Tembok Berlin, Tempat Berkumpul dan Rekreasi Murah Meriah Masyarakat Kota Sorong

Gadis manis berkulit gelap itu menjawab, namanya Ina, ketika kutanyakan siapa namanya. Kutanya lebih lanjut dimana tinggalnya, dimana rumahnya, Ina menjawab: ”Di Pulau Soop”. Demi melihatku yang mengernyitkan kening karena baru pertama kali mendenar nama pulau itu, Ina lantas menunjuk ke arah daratan yang tampak dari tempat kami berada. Di seberang lautan tampak sebuah pulau kecil yang di sepanjang pantainya ditumbuhi jajaran pepohonan nyiur. Dari kejauhan tampak dedaunan nyiur sesekali bergerak melambai di terpa angin laut.

Di siang yang panas, cocok sekali mampir sejenak di Tembok Berlin . Sekedar untuk menghilangkan dahaga kami memesan minuman kelapa muda. Harganya tidak mahal, cukup Rp.10.000 saja. Siang itu belum begitu ramai pedagang makanan, hanya ada beberapa orang penjaja kelapa muda dan pedagang dorongan yang mangkal disana. Salah seorang penjaja kelapa kelapa muda adalah Ina. Setiap keluarga di Pulau Soop mempunyai kebun kelapa. Demikian juga keluarga Ina, kelapa muda yang dijualnya diambil dari kebun sendiri.

Membawa kelapa muda dari Pulau Soop

Pada saat kelapa berbuah banyak dan siapa di petik, setiap hari Ina pergi ke Tembok Berlin dengan menggunakan perahu yang dikayuh sendiri. Menurut ceritanya, tidak lama waktu yang ditempuh dari Pulau Soop menuju Tembok Berlin, cukup 10 menit saja. Di sore hari ia kembali mengayuh perahunya pulang ke Pulau Soop dengan membawa sejumlah uang hasil berjualan kelapa. Kelapa muda yang dibawanya selalu habis terjual. Kali kedua kedatanganku ke Sorong, tak kujumpai Ina di Tembok Berlin. Mungkin kelapa di kebunnya masih menunggu untuk dipetik.

Mungkin teman-teman pembaca, masih bingung ya, kok Tembok Berlin ada di Sorong, Papua? Itulah pertanyaan yang muncul di benakku ketika pertama kali mendengar suatu tempat yang diberi nama Tembok Berlin di Sorong. Setelah sekian waktu baru mengerti, ternyata Tembok Berlin adalah sebuah tembok yang memanjang di Pantai Dofior, di kota Sorong. Tembok Berlin dibangun sebagai pembatas antara pantai dengan jalan raya, berfungsi sebagai penahan ombak besar yang airnya bisa masuk hingga ke jalan raya. Nama Pantai Dofior ini kalah tenar dan lebih dikenal dengan julukan Pantai Tembok Berlin. Kawasan ini menjadi tempat favorit buat nongkrong masyarakat kota Sorong, asyik bermain-main di pantai dan dilanjutkan berwisata kuliner.

Pagi hari Tembok Berlin tampak sepi. Menjelang tengah hari mulai tampak aktifitas tapi suasana masih sepi. Hanya beberapa pedagang saja yang menjajajakan dagangannya di bawah teduhnya pepohonan tepi pantai. Sore menjelang matahari terbenam hingga malam hari keadaan berubah ramai. Aneka kuliner tersedia disini, mulai dari kelapa muda, gorengan,  roti bakar hingga pisang epe untuk jajanan ringan. Untuk penganan berat tersedia sederet warung-warung ikan bakar, menyediakan aneka hidangan laut, ditambah juga dengan ayam goreng, mi goreng, dan tumis sayuran dll. Juga ada beberapa kios souvenir khas Papua.

Warung tenda pedagang penganan ringan

Di kala senja, Pantai Dofior ramai dikunjungi masyarakat. Banyak keluarga yang membawa anak-anak mereka untuk bermain di pantai. Di bagian tertentu dari Pantai Dofior ini airnya cukup dangkal, dan daerah dangkal ini cukup jauh hingga mencapai sekitar tidak kurang dari 50 meter ke tengah laut. Tinggi air hanya sekitar sebatas lutut, dan ombaknya tenang, sehingga anak-anak senang bermain air di laut. Tidak hanya anak-anak beserta orang tuanya, para remaja dan orang dewasa lain juga banyak yang datang ke tembok Berlin, untuk menikmati suasana senja di tepi pantai sambil menyantap kudapan ringan.

Jika cuaca cerah, berarti kita dapat melihat keindahan warna langit saat matahari terbenam di ufuk barat. Tembok yang dibangun tebal ini dapat diduduki dan bahkan kita dapat berjalan di atasnya. Dari atas tembok inilah para pemburu sunset duduk dengar sabar menikmati pemandangan indah di cakrawala. Lewat pukul 18.00 WIT langit mulai berganti warna dari putih terang menjadi jingga merona. Warna jingga menjadi warna latar yang indah bagi kapal-kapal yang tengah bersandar dan pulau-pulau kecil yang tampak di kejauhan. Perlahan matahari turun seiring dengan berubah-ubahnya warna senja. Lambat laut matahari jingga tenggelam di balik cakrawala, seolah masuk ke dalam lautan. Langit terang menjadi remang dan berubah gelap.

Arena wisata air bagi bocah-bocah

Cahaya rembulan dan lampu-lampu jalanan mulai berbinar. Anak-anak yang bermain di pantai sudah kembali ke rumah masing-masing, tapi keramaian di Tembok Berlin tidak surut, bahkan kian ramai. Keramaian pindah ke warung-warung tenda yang sebagian besar dimiliki oleh para pendatang dari Jawa dan Makassar. Warung-warung ini berderet memanjang di bagian lain dari Tembok Berlin yang berada di antara Pantai Dofior dan jalan raya. Kala malam, Tembok Berlin berubah menjadi pusat kuliner. Masyarakat silih berganti berdatangan ke Tembok Berlin untuk sekedar menikmati hidangan pisang epe atau ikan bakar. Ikan-ikan laut, seperti baronang, bawal, kakap, kerapu, ikan kue dan cumi-cumi yang telah di panggang setengah matang berjajar rapi di atas meja berlapis aluminium, siap menanti pembeli.

Ikan bakar yang menggugah selera

Saat ini, Tembok Berlin yang menjadi ikon kota Sorong sedang berbenah, mengalami penataan kembali. Sebagian area sedang ditutup dan tidak boleh dimasuki wisatawan, karena sedang dilakukan reklamasi. Pengerjaan penimbunan tengah giat-giatnya dilakukan. Tujuan utama reklamasi adalah menjadikan kawasan berair menjadi lebih baik dan bermanfaat. Meskipun demikian para ahli selalu pro dan kontra dengan reklamasi mengenai dampak positif dan negatifnya terhadap lingkungan. Nah, berhubung reklamasi telah berjalan maka tentunya kita berharap bahwa dampak positifnya lebih banyak daripada dampak negatifnya, karena tentu pengerjaan ini telah melalui kajian yang menyeluruh.

It’s casual and pleasant trip

Tentu harapannya dengan reklamasi terjadi penambahan ruang publik bagi masyarakat Kota Sorong, menjadi area wisata murah meriah yang mengasyikkan. Pertumbuhan ekonomi masyarakat diharapkan semakin meningkat setelah Tembok Berlin direklamasi. Para pedagang penganan ringan dan berat seperti warung-warung ikan bakar tetap mendapat tempat untuk mencari nafkah. Mama-mama dan nona-nona penjual kelapa muda tetap bisa menyajikan kesegaran air kelapa. Dan diharapkan kebersihan area Tembok Berlin dapat semakin ditingkatkan dan terjaga, tidak seperti saat ini dimana banyak ditemukan serpihan sampah plastik dan juga kaleng serta botol kosong sisa minuman. Seluruh komponen masyarakat wajib bekerjasama dan membiasakan diri menjaga kebersihan lingkungan. Terlebih, Sorong adalah pintu masuk wisatawan mancanegara apabila hendak ke Raja Ampat. Kalau pantainya cantik tentu banyak wisatawan bule yang mampir. (imt)