Solo Traveling ke India? Siapa Takut, Malah Amat Sangat Mengasyikkan Koq!

Traveling ke India? Siapa Takut! India menjadi salah satu destinasi wisata favorit saya. Kenapa? karena murah dan bagi saya India itu sangat fotogenik. Selain itu, India sangat luas, dianugerahi alam yang indah dan budaya yang unik. Mulai dari Pangong Tso tempat shooting film 3 Idiots yang terkenal , Darjeeling daerah dataran tinggi yang terkenal akan tehnya sampai Taj Mahal saksi bisu cinta abadi Shah Jahan.

Selayaknya berwisata ke suatu tempat diperlukan kewaspadaan dan bagi saya dibutuhkan kewaspadaan ekstra saat berkunjung ke India mengingat banyak berita buruk tentang India tapi hal tersebut jangan menjadi halangan untuk berwisata ke sana. Saya ingat sekali saat saya solo traveling ke India beberapa tahun lalu, saya bahkan meracik pepper spray (dan akhirnya tidak diperlukan), sempat galau karena membaca berita-berita jelek dan ingin membatalkan perjalanan tapi sayang juga dengan tiket yang sudah dipesan. Baca sana sini, akhirnya saya pun memantapkan diri untuk pergi seorang diri dan saya pun jatuh cinta dengan India, dengan segala keriuhan dan warna warninya

Warna Warni Holi di Jaipur

Berikut hal-hal yang saya persiapkan sebelum ke India :

Itinerary
Jadwal perjalanan memudahkan kita untuk mengetahui urutan dan langkah yang harus kita jalani terutama dalam pemesanan tiket transportasi antar kota selama di India serta pemesanan hotel. Saran saya, jika belum familiar dengan India sebaiknya memesan hotel atau transportasi sebelum kita ke sana. India sangat luas, perlu diperhatikan juga jarak antar kota, moda transportasi yang mau digunakan dan waktu tempuhnya. Selain itu musim juga menjadi pertimbangan untuk mengunjungi India. Konon saat musim panas temperature mencapai 46 derajat celcius.

Tiket Pesawat
Banyak sekali penerbangan yang menyediakan tiket promo ke beberapa kota besar di India. Bila berangkat dari Kuala Lumpur Malaysia, kalau beruntung kita bisa mendapat tiket dengan harga Rp. 1.500.000-Rp. 2.000.000 PP. Rajin-rajinlah mengecek website airlines yang sering memberikan promo.

Visa
Pengurusan visa India tidak serepot seperti visa Schengen, Jepang atau negara lainnya. Ada 2 cara yaitu apply langsung ke kedutaan besar India dengan biaya 1.320.000-2.640.000, jangka waktu 6 bulan-2 tahun dan apply e tourist visa, biaya 50 USD dengan jangka waktu 2 bulan dimulai dari tanggal kedatangan . Evisa ini berlaku di 24 airport. Hati-hati penipuan visa, website resmi untuk pembuatan e tourist visa ini adalah www.indianvisaonline.gov.id dan website kedutaan besar India di Jakarta adalah www.indianembassyjakarta.com. Untuk alasan kemudahan dan biaya, e tourist visa ini paling cocok bagi yang waktu berkunjungnya kurang dari 2 bulan.

Penginapan
Tarif penginapan di India cukup terjangkau. Misalnya di Sudder Street, daerah backpacker di Kalkuta, kita bisa mendapatkan kamar dengan tarif di bawah Rp. 100.000, tapi perlu diingat, ada harga ada rupa. Sebelum memesan penginapan, baca dulu review dan cek lokasinya. Seringkali penginapan berada di dalam gang kecil.

Kereta atau Bis
Tidak semua orang menikmati perjalanan lambat. Bagi yang memiliki banyak waktu seperti saya, perjalanan dengan kereta api atau bis sangat menyenangkan. Saya menikmati duduk di ruang tunggu stasiun kereta api atau terminal bis sambil memandangi calon penumpang yang lalu lalang. Sistem transportasi di India cukup baik, untuk pemesanan bis atau kereta bisa dilakukan online. Salah satu website untuk pemesanan tiket kereta, pesawat atau pun hotel bisa dilakukan di www.cleartrip.com . Sedangkan untuk bis antarkota jika memakai bis pemerintah, bisa dilakukan di website bis antarkota tiap negara bagian. Misalnya untuk negara bagian Bihar www.bstdcbus.com. Untuk alasan keamanan sangat disarankan untuk menggunakan bis pemerintah.

Pakaian
Bagi wanita, disarankan untuk menghindari berpakaian agak terbuka (misalnya rok mini atau kaos tanpa lengan). Selain itu untuk musim panas, cuaca cukup terik, pilihlah pakaian berbahan nyaman dan tidak terlalu tebal. Juga perlu diperhatikan ke mana kita akan pergi, apakah ke daerah Sikkim yang dingin atau pantai di daerah Goa.

Triund Hill, Dharamsala

Makanan dan Minuman
Jika tidak terbiasa dengan masakan India yang berbumbu, jangan khawatir. Di sana banyak restoran yang menyediakan menu barat atau asia seperti Chinese food. Bagi yang memiliki perut kuat, cobalah makanan India seperti dosa masala, curry, egg atau chicken roll. Jangan lupa untuk mencoba chai atau teh susu berempah yang biasa disajikan dalam gelas tanah liat atau segelas lassi dingin sangat pas untuk hari yang terik. Awalnya saya agak malas untuk mencoba makanan India. Beruntung saya bertemu seorang teman saat di Kalkuta dan diperkenalkan dengan kuliner India. Saya pun keranjingan dengan makanan India dan agak susah mencari restoran India di tempat saya tinggal sekarang. Pastikan membawa obat sakit perut. Untuk air minum, hampir semua toko menjual air minum dalam kemasan. Biasanya hotel mempunyai mesin filter air dan kita boleh mengisi botol air kita. Tapi bagi yang takut airnya masih kurang bersih maka sebaiknya membeli air mineral.

Festival
Masyarakat di India merayakan banyak sekali festival, yang terkenal seperti Holi dan Diwali. Festival Holi atau dikenal juga festival of color adalah festival awal musim semi. Pada hari itu orang saling melemparkan bubuk warna warni. Ada teman yang bercerita kalau Holi adalah saat di mana orang tidak boleh marah, jadi jika tiba-tiba dilempar bubuk warna warni, kita tidak boleh marah. Sayangnya oleh beberapa pihak festival ini disalahartikan. Mereka terkadang bertindak di luar kendali. Saat saya merayakan Holi di Jaipur, sekitar pukul 10 pagi saya bertemu dengan segerombolan pemuda yang mabok yang membuat saya heran sepagi itu sudah mabok. Ada beberapa pemuda yang bahkan mencoba memegang atau mencolek turis. Di hari itu kami tidak melihat kaum perempuan di jalan atau pun kuil. Pihak hotel pun sebenarnya melarang kami untuk keluar tapi karena saya dan beberapa tamu lain bergabung untuk keluar, mereka pun mengijinkan. Sehari sebelum Holi di Jaipur ada festival Gajah di mana para pemilik gajah berlomba-lomba untuk menghiasi gajahnya dan diikutkan pada lomba. Festival Holi ini biasa dirayakan sekitar bulan Maret. Sedangkan Diwali atau festival of light, melambangkan kemenangan baik atau buruk yang ditandakan dengan lampu atau lilin yang dinyalakan. Dirayakan sekitar bulan Oktober atau November. Masih ada Durga Puja, Saraswati, festival musim dingin dan lainnya.

Kewaspaan sangat diperlukan selama berwisata di India tapi jangan terlalu parno sehingga mengurangi kenyamanan kita. Menurut saya, orang-orang di sekitar tempat wisata lebih agresif misalnya di daerah Agra yang ada Taj Mahal tapi di banyak tempat biasa saja. Saya bisa berjalan dengan tenang selama di Kalkuta, Darjeeling atau Amritsar tanpa ada yang mengejar-ngejar menawarkan jasanya.

Ada yang mengatakan either you hate it or you love it. Bagi saya India itu terlalu indah untuk dilewatkan.

Peniup Suling di Jaipur