Pengen Solo Traveling ke Hanoi? Gak Usah Takut, Ini Beberapa Tips Bermanfaat Untukmu

Apa yang ada dalam pikiranmu tentang Hanoi? Hanoi itu adalah salah satu kota tercantik di dunia, ibukota dari Vietnam, negara tetangga kita. Hanoi terletak di bagian utara Vietnam di delta Red River yang merupakan hilir dari 2 sungai besar, Red dan Thai Binh. Kota ini memiliki banyak danau, yang menjadi tempat rekreasi bagi masyarakat dan pelancong. Kota ini kaya dengan gedung-gedung tua berarsitektur campuran antara Vietnam dan Perancis. Vietnam memang adalah bekas jajahan Perancis. Bangunan-bangunan tua itu dirawat sedemikian rupa dan asri berdampingan dengan bangunan modern. Yang pasti gak usah mikirin kalau kota ini seram atau menakutkan, Hanoi ini adalah kota “Must Visit”.

Sebelum ke Hanoi?
Tiket Pesawat. Dari Jakarta ke Hanoi ongkosnya tidaklah mahal, kamu bisa mendapatkan tiket PP seharga lebih kurang 2-3 juta rupiah (tergantung musim). Aku sendiri memilih pakai maskapai Air Asia, kebetulan dapat tiket dengan harga 2,5jt PP berikut bagasi. Lama perjalanan lebih kurang 5,5 jam di udara, 2 jam Jakarta-Kuala Lumpur dan 3,5 jam Kuala Lumpur-Hanoi. Aku berangkat jam 1:30 dini hari, kemudian transit di Kuala Lumpur sekitar 1,5 jam dan akhirnya sampai jam 8:55 waktu Hanoi. Zona waktu Hanoi dan Jakarta tidak berbeda. Untungnya memakai maskapai Air Asia ini adalah kita tidak repot mengurus bagasi waktu transit karena ada fasilitas Fly Thru.

Hotel atau Penginapan. Hanoi terdiri dari 2 kawasan, kawasan kota tua yang terkenal dengan Old Quarter dan kawasan modern yang sedang pesat dibangun. Kamu harus memilih hotel atau penginapan di sekitaran Old Quarter ini. Kenapa di kawasan ini? Karena dekat ke mana-mana dan suasananya keren sekali. Aku sendiri mendapatkan penginapan bagus dengan harga 160 ribuan semalam di daerah Old Quarter via Booking.com.

Visa dan Uang. Karena Vietnam tergabung dalam negara ASEAN maka kamu gak perlu mengurus visa, tinggal bawa passport saja. Dari Jakarta lebih baik kamu membawa uang dalam USD, tukarkan dulu dalam berbagai pecahan, 1, 5, 10, 20 dan 100. Di Hanoi, mereka menerima pembayaran dalam Dong dan USD. Jadi gak perlu menukarkan rupiahmu dengan Dong sebelum berangkat. Lagipula sangat gampang menukarkan USD dengan Dong di sana.

Sesampai Di Hanoi
Bandara Noi Bai keren dan megah, tidak kalah dengan terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. Bahkan Noi Bai lebih dulu menjadi keren karena duluan dibangun. Seperti biasa kamu akan melewati pintu imigrasi sebelum keluar bandara. Perjalanan dari pintu pesawat ke imigrasi lumayan jauh, jadi santai saja. Proses imigrasi juga sederhana dan tidak berbelit-belit, petugasnya cukup ramah. Dari pintu imigrasi kamu langsung turun ke lobby kedatangan.

SIM Card. Nah, di sini kamu bisa beli SIM Card terlebih dahulu. Ada 2 pilihan, paket 3 in 1 yang mencakup Voice, Data dan SMS atau paket data saja. Harganya kira 160 ribu. Aku kebetulan mengaktifkan fitur roaming agar tetap bisa meggunakan nomorku selama di Hanoi. Kamu sebenarnya gak perlu kuatir, di setiap hotel, cafe dan tempat-tempat wisata semua menyediakan wi-fi gratis yang kencang.

Transportasi dari bandara ke kota juga gampang. Kamu bisa pilih naik bus bandara yang harga tiketnya kurang lebih 20 ribuan atau taksi dengan harga 180 ribuan atau van, yang di sana namanya limusin seharga 75 ribu. Aku memilih naik limusin aja. karena isinya cuma 12 orang dan diantar sampai hotel. Bus, Taksi dan Limusin gak tidak jauh dari pintu keluar. Begitu kamu keluar, lihat di sebelah kiri di seberang jalan. mereka ada di sana. Jika naik bus ke Old Quarter pilih bus no.86 dan berhenti dekat hotel. Jangan lupa gunakan Gmap agar gak kesasar.

Jika waktu perjalananmu sama denganku, kiran-kira jam 11 siang sudah sampai di hotel. Silakan istirahat sebentar, mandi terus cari makan siang di restoran-restoran atau cafe yang bertebaran di sekitar Old Quarter ini. Banyak pilihan di sana. Jika kamu muslim tentu harus bisa memilih makanan yang halal. Aku sendiri memilih makan di sebuah restoran India yang menyediakan makanan halal.

Lalu lintas di Hanoi lumayan ribet buat yang gak biasa. Mereka memakai jalur di kanan, berbeda dengan di Jakarta. Kalau pengen ke mana-mana jangan lupa install dan aktifkan aplikasi Grab. Kamu bisa pakai Car atau Bike untuk muter-muter. Menggunakan aplikasi ini membuatmu dapat mengukur biaya transportasi tanpa takut dibohongi.