Pasar Apung Nusantara, Cermin Dari Budaya Nusantara yang Bersatu Dalam Keberagaman

Kota Wisata Batu menyajikan berbagai macam keindahan yang bisa dibilang paling lengkap. Mulai dari pesona alam yang luar biasa indahnya, Pesona kebudayaan yang berada di Jatim Park 1, Keanekaragaman Flora dan Fauna yang berpadu dengan permainan zaman modern seperti Roller Coaster, ada juga sebuah museum yang biasanya membosankan Tetapi, tidak untuk Museum Angkut yang mempunyai banyak sekali mobil-mobil dan alat transportasi tua dari berbagai negara.

Masih Berada di kawasan Museum Angkut, ada sebuah tempat wisata yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Tempat itu adalah Pasar Apung Nusantara yang merupakan cerminan dari perdagangan Nusantara. Di kemas dengan cara yang unik dan hampir menyerupai Pasar Apung yang dimiliki oleh Kalimantan.

Beberapa pedagang yang sudah berada diatas sungai dan menjual berbagai macam jenis makanan

Rute Menuju Lokasi.

Pasar Apung masih berada dalam kawasan Museum Angkut dan memiliki luas kurang lebih setengah meter. Arahkan kendaraan menuju ke alun-alun Kota Malang. Dari alun-alun Kota Malang arahkan kendaraan menuju ke Kota Batu menuju ke bukit Paralayang. Setelah melewati area Jatim Park 1 akan ada perempatan lampu merah, dimana dari sini sudah terlihat Museum Angkut. Letak Pasar Apung berada di depan area parkir Museum Angkut.

Daya Tarik Wisata.

Pondok-pondok berdiri dengan megahnya

Para Pelancong akan disambut dengan Gapura yang berasal dari Bambu. Di dekat gapura ada sebuah lokomotif klasik yang sengaja ditaruh sebagai salah satu spot selfi yang unik. Ada pula beberapa meja yang bisa digunakan para wisatawan untuk makan dan menikmati Pasar Apung yang memang memukau ini.

di Samping tempat ini ada hamparan sungai yang berwarna hijau. Beberapa pedagang dengan menggunakan perahu kecil pun berjualan aneka makanan. Ada yang berjualan gorengan, jajanan pasar, ada pula yang berjualan sate, es kekinian. Mereka berada di perahu seperti Pasar Apung yang berada di Kalimantan.

Beberapa pondok berdiri dengan nama dan bentuk menyerupai rumah adat masing-masing daerah seperti Kalimantan, Jawa, Lombok, Bali, Sumatra, Papua, Sulawesi. Di dalam pondok ini terdapat sajian kuliner yang bisa dinikmati. Kuliner-kuliner inj dibuat dengan resep sesuai dengan makanan aslinya. Jadi, wisatawan bisa menikmati sajian yang benar-benar asli.

Di pondok-pondok ini pun ada yang berjualan berbagai macam souvenir. Hanya saja, souvenir yang dijual bukanlah souvenir khas daerah. Melainkan, souvenir khas malang dan Museum Angkut. Tidak ketinggalan kaos yang bertuliskan museum angkut yang bisa dibeli dan dipergunakan sebagai oleh-oleh.

Di tanya soal harga jangan takut, harga disini cukup ramah untuk kantong para Backpaker. Tidak hanya itu saja, soal rasa jangan ditanya lagi. Benar-benar akan memanjakan sobat Traveller semua, begitu nikmat dan tanpa cacat sedikit pun dengan pelayanan yang cukup ramah.

Satu hal yang harus diketahui oleh Sobat Traveller jika, pembayaran di Pasar Apung tidak bisa menggunakan uang. Melainkan menggunakan kartu gesek. Mau tidak mau, sobat Traveller harus membeli kartu dan top up sejumlah uang di kasir yang sudah disediakan di dekat Dermaga. Tenang saja jika, masih ada saldo bisa ditarik uang jadi, uang Sobat Traveller hilang.

Biasanya, pihak pengelola pasar Apung akan menghadirkan pertunjukkan seni yaitu tari-tarian yang berasal dari berbagai daerah. Tari-tarian ini begitu memukau karena, mereka menari dengan begitu luwesnya. Benar-benar mempersembahkan pertunjukkan yang luar biasa eloknya.

Perahu apung yang akan mengantarkan wisatawan berkeliling pasar

Jangan lewatkan pula untuk mencoba menyusuri sungai dengan perahu yang mempunyai kapasitas 7 – 10 orang saja. Perahu ini hanya tersedia dua saja. Para wisatawan pun harus rela menunggu antri karena, perahu ini adalah daya tarik utama dari Pasar Apung. Hanya cukup membayar 10 ribu saja, para wisatawan bisa merasakan keseruan menyusuri sungai dengan perahu tradisional.

Sensasinya pun sangat berbeda. Para wisatawan akan merasakan bagaimana rasanya berlayar diatas sungai yang cukup dalam. Menyusuri setiap pondok dan juga jembatan. Seperti sebuah sarana transportasi yang berada di luar jawa. Beberapa pedagang pun terlihat saling sapa menyapa dan menghadirkan suasana yang hangat.

Ada juga museum topeng yang tidak boleh ketinggalan. Ada berbagai macam jenis topeng yang ada disini, dipajang dan menyuguhkan sebuah spot selfie yang cukup unik. Banyak pembelajaran yang bisa dipelajari para wisatawan di museum yang menyiapkan begitu banyak topeng dari berbegai macam ukuran dan ada pula sejarah panjang dari topeng-topeng ini.

Jangan pula lupakan soal matahari terbenam. Karena, melihat matahari terbenam disini sungguh sangat indah dengan siliuet sebuah pondok menyajikan pemandangan yang berbeda. Apalagi, saat matahari terbenam pelancong sedang berada di tengah kapal, rasanya benar-benar menyatu dengan alam dan budaya negeri ini yang begitu luar biasa.

Pesona Malam Pasar Apung

Semakin malam, Pasar Apung memiliki pesona yang begitu berbeda. Keindahannya semakin terasa apalagi saat lampu-lampu ini menerangi setiap sisi pasar. Keindahan Pasar Apung akan terlihat begitu sempurna jika, dilihat dari atas Museum Angkut. Coba untuk makan dan nikmati sensasi makan malam yang unik dan menarik.

Sejujurnya, Pasar Apung ini bukanlah sesuai dengan ekspektasi saya pribadi. Dimana saya berpikir kawasan ini adalah cerminan dari Pasar Apung yang berada di Kalimantan. Ternyata berbeda dengan apa yang saya pikirkan.  Tetapi, setidaknya saya punya gambaran nyata bagaimana rasanya Pasar Apung Kalimantan disana.

Inilah keberagaman Indonesia yang disajikan melalui kesederhanaan yang berada di Pasar Apung. Sebuah kawasan yang tidak boleh dilewatkan bila  berada di Kota Malang. Atau bagi wisatawan yang sudah pernah kesini, wajib untuk kesini lagi dan merasakan bagaimana semua potensi Indonesia itu menyatu di Pasar Apung, Malang.