Padang Mengatas yang Mempesona, Sayang Untuk Dilewatkan

Walau aku berasal dari Sumatera Barat, ternyata banyak yang belum kuketahui tentang kampung asalku ini. Salah satunya adalah Padang Mengatas, dalam bahasa minangnya Padang Mangateh. Sungguh di luar dugaan keindahannya, bahkan kata sebagian orang yang pernah bepergian ke Selandia Baru, daerah ini mirip dengan sebuah daerah di sana. Bersama asisten dan adik-adikku, minggu lalu kami dapat izin untuk mengunjungi lokasi yang mempesona ini untuk berfoto-foto.

Supaya tidak salah paham, lokasi yang kumaksud adalah Balai Pembibitan Ternak Unggul, Padang Mengatas. Untuk sederhananya seterusnya disebut saja Padang Mengatas. Daerah ini berjarak lebih kurang 12km dari kota Payakumbuh, dari kota Padang jaraknya lebih kurang 140km yang harus ditempuh dengan 3-4 jam perjalanan. Hampir seratus tahun yang lalu, balai ini didirikan oleh Belanda untuk peternakan kuda. Dari masa ke masa, balai ini berubah fungsi menjadi lokasi peternakan sapi, kuda, ayam dan kambing. Di tahun 1950an daerah seluas hampir 280 hektar ini merupakan lokasi peternakan terbesar di Asia Tenggara.

Aku tidak akan terlalu membahas fungsi Padang Mengatas ini sebagai daerah peternakan, tetapi aku melihatnya dari sisi potensi agrowisata. Dengan lahan yang begitu luas, tentunya masih banyak yang bisa dibangun di sini untuk mengembangkannya sebagai lokasi agrowisata. Sebenarnya, sebelum ini Padang Mengatas terbuka untuk umum, tetapi sejak akhir tahun 2015 pengelola memutuskan untuk menutup tempat ini dari kunjungan umum. Ini dilakukan karena kebanyakan pengunjung tidak menjaga kebersihan dengan membuang sampah sembarangan. Hal klasik yang terjadi di kebanyakan tempat wisata.

Menurut pandanganku, lokasi ini berpotensi menghasilkan banyak uang tidak hanya dari peternakan, tetapi juga dari fungsinya sebagai daerah agrowisata. Setidak-tidaknya, jika orang berkunjung dari luar kota, maka yang terbaik adalah bermalam semalam di lokasi ini agar dapat menikmati sore yang indah dan pagi yang cerah. Apakah pengelola melihat ini sebagai hal yang bisa diwujudkan atau tidak, aku tidak tahu. Tetapi jika ini dapat diwujudkan, aku yakin daerah ini akan menjadi salah satu primadona Sumatera Barat sebagai tujuan wisata.

Walau ditutup untuk umum, bukan berarti kita tidak bisa mengunjungi Padang Mengatas ini. Kamu hanya perlu meminta izin, bahkan pengelola menyediakan formulis izin memasuki lokasi secara online di websitenya yang harus diajukan seminggu sebelum berkunjung ke sana. Waktu terbaik untuk berkunjung ke sana adalah di pagi hari atau di sore hari.