Negeri Para Dewa, Tak Boleh Ketinggalan Jika Berkunjung ke Jawa Tengah

Setelah dari Bukit Sikunir menikmati terbitnya sang surya, dalam perjalanan kembali ke Dieng Plateau, aku mampir dulu di Batu Pandang. Di kawasan ini, hanya dengan sedikit mendaki, kamu akan temukan daerah dengan batu-batu cadas menjulang tinggi. Dari bebatuan ini terhampar pemandangan yang indah luar biasa. Tepat di bawahnya terhampar telaga warna sementara di kejauhan terlihat kebun-kebun petani dan gunung-gunung.

Sebagai salah satu lokasi dengan pemandangan yang indah, sebuah menara di komplek Dieng Plateau Theatre untuk menikmati pemandangan dari ketinggian sudah tersedia, namun sayangnya menara tersebut kurang tinggi dan terlalu kecil. Para pengunjung, terutama anak muda, lebih suka langsung ke Batu Pandang yang terletak di belakang komplek. Menurut cerita Mas Sobar, seorang petani Dieng yang kuajak ngobrol, bebatuan di lokasi ini adalah bebatuan yang dijatuhkan oleh para dewa karena dihadang oleh raksasa yang jahat. Semula batu-batu besar tersebut akan diterbangkan oleh para dewa untuk membuat candi.

Julukan lain untuk Dieng adalah Negeri Para Dewa, yang boleh diartikan sebagai negeri di mana para dewa dan dewi bersemayam. Walaupun masyarakat Dieng umumnya sekarang ini adalah penganut Islam, kamu bisa temukan mesjid di berbagai desa, tetapi jelas kentara peninggalan zaman Hindu. Salah satu bukti peninggalan zaman Hindu adalah komplek candi Arjuna, yang luasnya lebih kurang 90 hektar. Candi-candi di komplek tersebut diberi nama candi Arjuna, candi Semar, candi Srikandi, candi Puntadewa, candi Sembadra, candi Bima, candi Dwarawati dan candi Gatotkaca. Candi-candi ini diperkirakan dibangun pada abad VIII-IX Masehi, merupakan tempat peribadatan agama Hindu Siwa. Saat ini candi-candi tersebut masih dalam tahap restorasi, karena sebagian besar dalam keadaan rusak.

Berkunjung ke Batu Pandang atau juga disebut Batu Ratapan Angin pasti tidak akan membuatmu menyesal. Jika pengunjung sedang ramai, kamu memang harus antri untuk bisa berfoto di Batu Ratapan Angin, salah satu spot terbaik. Tetapi jika tidak di situpun, banyak spot lain yang tidak kalah aduhainya. Sebagian anak muda yang datang ke sana kulihat sangat berani, mereka bahkan memanjat puncak batu-batu tersebut untuk mendapatkan foto terbagus.