Menikmati Keindahan Matahari Terbit di Posong

Mungkin belum banyak yang kenal Posong karena belum banyak diekspose. Aku pun hampir tidak datang ke Posong ini. Jika saja aku tidak banyak ngobrol dengan penduduk sekitar daerah yang kudatangi, dapat dipastikan daerah ini terlewati. Siang itu, setelah memotret di Batu Pandang, Dieng, aku dan 2 teman lain berencana untuk pergi ke Klaten untuk suatu keperluan. Karena kebetulan kami belum makan siang (susah mencari rumah makan Padang di Dieng) kami mampir di sebuah rumah makan di Kledung, beberapa kilometer dari Wonosobo menuju Tumenggung. Selesai makan siang (sebenarnya makan sore, karena waktu sudah hampir setengah 4) kami berencana melanjutkan perjalanan dan akan menginap saja di daerah Magelang sebelum ke Klaten keesokan harinya.

Tiba-tiba tukang parkir menghampiri kami dan bertanya, “Pak, apa Bapak gak ke Posong?”. Temanku langsung menjawab, “Gak, kami mau ke Magelang”, tetapi aku sedikit penasaran dan kutanya kepada tukang parkir tersebut, “Mas, ada apa di Posong?”. Tukang parkir menjawab, “Saya kira Bapak mau ke Posong melihat sunrise”. Wow, aku agak terperanjat mendengar “sunrise”, akhirnya setelah mendapat penjelasan dari tukang parkir kami memutuskan untuk mampir ke Posong. Jika memang bagus, kami akan menginap di Kledung ini saja, tetapi jika tidak bagus maka kami akan terus ke Magelang.

Sunrise at Posong
Sunrise at Posong

Sesuai dengan petunjuk dari tukang parkir, kamipun menuju Posong. Sekitar 2 km dari rumah makan tersebut kami sudah menemukan jalan menuju Posong yang berjarak 3,5 km dari jalan raya. Jalan menuju Posong dari jalan raya hanyalah jalan batu yang belum diaspal dan lebarnya hanya bisa untuk 1,5 mobil. Kalau berpapasan, terpaksa salah satu harus mepet ke pinggir. Untunglah saat itu kami hanya berpapasan dengan sebuah mobil sedan kecil saja. Di kiri kanan terhampar rapi kebun-kebun tembakau rakyat. Hari sudah menjelang magrib ketika kami sampai di Posong, namun cuaca masih terang, barangkali karena letaknya di ketinggian.

Kebun Tembakau
Kebun Tembakau

Posong ini terletak di pinggang gunung Sindoro, dan di hadapannya, menjulang gunung Sumbing dengan latar belakang gunung Merapi di kejauhan. Setelah mengamati sekeliling, kami pikir lumayan bagus juga kalau memotret sunrise di sini. Walau aku masih sempat mengambil beberapa foto di senja hari itu, kami putuskan untuk menginap saja di Kledung, dekat rumah makan tadi, dan ke Posong lagi di waktu subuh. Sebenarnya di Posong bisa juga berkemah, bahkan tenda bisa disewa (Aku lihat banyak yang berkemah di sana).

Berfoto di Posong
Berfoto di Posong

Menurut aplikasi pemindai waktu sunrise di smartphoneku, sunrise akan mulai pada jam 5:30 an dan kamipun bangun lebih awal untuk berangkat memotret. Subuh itu, ternyata sudah banyak sekali pengunjung yang sampai di Posong, bahkan beberapa adalah para fotografer pro yang datang dengan segala peralatan lengkapnya, termasuk kamera-kamera besar dan lensa-lensa panjang. Di Posong disediakan anjungan khusus buat para fotografer untuk mengabadikan terbitnya Sang Surya. Aku lumayan puas memotret di Posong, sayang sunrisenya tidak sempurna (yang begini ini membuatku penasaran untuk datang kembali, ke manapun aku pernah memotret).

Panen
Panen

Setelah puas memotret, kami beristirahat di kantin yang memang sudah buka dari subuh. Kopi, tempe mendoan, mie instant, kentang goreng adalah menu yang tersedia. Cukup untuk mengganjal perut dan menghangatkan badan dalam suasana yang sejuk di Posong ini. Tidak terasa ternyata kami berada di Posong pagi itu hingga jam 8. Kamipun segera kembali ke hotel untuk mandi dan bersiap-siap menuju Klaten.