Menikmati Indahnya Negeri Di Atas Awan Yang Menawan

Itulah julukan yang diberikan kepada Dieng, sebuah daerah yang terletak di Jawa Tengah. Dieng adalah daerah pegunungan dengan hawa sejuk dan pemandangan yang aduhai hampir di semua sudut. Bahkan desa tertinggi di Pulau Jawa bernama Desa Sembungan deangan ketinggian 2.300 mdpl terletak di sini. Beberapa puluh tahun yang lalu, Dieng memang sudah terkenal tetapi itu lebih dikarenakan terjadinya bencana gas beracun yang keluar dari kawah Sinila. Tragedi itu merenggut nyawa banyak orang dan meninggalkan kesedihan. Setelah lama tidak terdengar, kini kawasan Dieng adalah salah satu kawasan wisata terkemuka dengan keindahan yang luar biasa di samping sebagai daerah penghasil kentang dan sayur mayur.

Kawasan wisata Dieng ini berada di 2 kabupaten, yaitu Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Dari Jakarta untuk sampai ke Dieng bisa melalui berbagai jalur. Jika menggunakan pesawat terbang, kamu bisa terbang ke Semarang atau ke Yogyakarta untuk selanjutnya menggunakan jalur darat menuju kawasan ini. Berkendaraan dari Semarang maupun Yogyakarta tidak memakan waktu yang lama, hanya sekitar 3 jam. Aku sendiri memilih menggunakan kereta api dari Jakarta. Menggunakan kereta api hanya sampai kota Purwokerto, kemudian dilanjutkan dengan mobil ke kawasan Dieng. Dari Jakarta menuju Purwokerto memerlukan waktu 5 jam berkereta api kemudian ditambah sekitar 2 jam dari Purwokerto ke Wonosobo dan selanjutnya sekitar setengah jam lagi untuk sampai di Dieng Plateau, pusat kawasan Dieng.

Tempat pertama yang ingin aku datangi di Dieng adalah Bukit Sikunir untuk menikmati dan memotret terbitnya sang surya. Menurut orang-orang yang sudah pernah ke sini, di sinilah salah satu spot terindah untuk menikmati terbitnya sang surya, lebih indah dari kawasan Bromo yang juga terkenal itu. Dan ternyata memang benar! Saat terbitnya sang surya, dalam cuaca yang bagus, maka di latar belakang akan terlihat barisan gunung-gunung. Gunung Sindoro, Sumbing dan Merapi akan terlihat dari sini. Di bawahnya, deretan perkampungan juga terlihat sangat indah. Kamu bisa memilih beberapa spot di Bukit Sikunir ini untuk menikmati atau memotret terbitnya sang surya. Dengan ketinggian 2.263 mdpl, bisa dibayangkan pemandangan indah yang akan terlihat dari sini. Jika ingin memotret golden sunrise di sinilah tempatnya.

Menuju bukit Sikunir memang memerlukan sedikit usaha, karena harus mendaki bukit yang memerlukan waktu sekitar 20 menit. Jika kamu ingin ke sini dan jarang berolah raga, sebaiknya coba berlatih dulu beberapa hari sebelum berangkat agar tidak kaget. Selama 20 menit atau bahkan lebih itu kamu mungkin akan merasa sangat menderita karena harus mendaki bukit, tetapi setelah sampai di atas bukit, aku jamin kamu akan enggan untuk turun. Aku sendiri baru jam 9 pagi turun dari bukit Sikunir ini, jadi lebih kurang 4 jam menikmati dan memotret pemandangan yang memukau di sini. Selama 4 jam itu, suasana terus berubah, bahkan bisa dalam hitungan detik. Sesaat cahaya cerah, sesaat kemudian sebagian tertutup awan. Menurutku, perubahan suasana dan cuaca ini membuat foto-foto menjadi bagus, karena memberikan mood yang berbeda-beda.