Mengintip Warna Warni India Saat Holi dan Elephant Festival di Jaipur

Siapa yang tidak tahu tentang Festival Holi? Rasanya banyak yang pernah dengar tentang festival warna ini, terutama bagi penggemar film-film India atau bagi yang suka traveling  ke India. Festival Holi adalah festival awal musim semi, terutama dirayakan di India dan Nepal. Di India, Holi terutama dirayakan dengan meriah di Mathura tempat yang berkaitan dengan dewa Krisna. Festival yang dikenal dengan festival warna ini untuk merayakan kemenangan baik atas buruk serta menyambut datangnya musim semi juga perayaan syukur atas hasil panen yang baik.

Saat ini festival Holi menjadi tujuan para wisatawan termasuk saya. Kapan lagi menyaksikan langsung kemeriahan festival warna langsung di tempat asalnya? Mengapa festival ini berhubungan dengan dewa Krisna juga? Jadi begini ceritanya.. Saat masih bayi, karena keracunan air susu dari Putana, maka kulit dewa Krisna menjadi biru. Menjelang remaja, sang dewa khawatir apakah Radha atau pun gadis lain akan menyukainya karena warna kulitnya itu. Lelah akan rasa frustasi tersebut, ibunya pun menyuruh dewa Krisna untuk melempar warna apa pun yang ia mau kepada Radha. Hal tersebut dilakukan Krisna, maka Radha dan Krisna menjadi pasangan.

Seorang Kakek Memberi Bubuk Warna

Saya ikut merayakan kemeriahan festival Holi di Jaipur. Sengaja saya memesan tiket kereta jauh-jauh hari demi menyaksikan warna warni Holi di Jaipur. Beruntung ada yang memberitahu saya kalau sehari sebelum perayaan Holi di Jaipur selalu ada elephant festival, hari di mana para pemilik gajah menghias gajahnya dengan bubuk warna, busana gemerlap, serta perhiasan dan dilombakan. Selain itu gajah-gajah itu pun mengikuti perlombaan polo, menari dan tarik tambang.

Siap Berlomba

Beberapa tips untuk menikmati festival holi dan gajah di Jaipur :

  • Pesanlah transportasi dan penginapan jauh-jauh hari. Festival ini terkenal sampai ke luar negeri, turis-turis berdatangan khusus untuk melihat kemeriahan ini. Karena faktor keamanan, beberapa hotel mengadakan festival Holi sendiri untuk tamunya.
  • Sebisa mungkin jalan berkelompok untuk faktor keamanan. Ada yang mengatakan bahwa festival ini adalah festival cinta dan memaafkan jadi kita wajib memaafkan orang-orang yang melakukan kesalahan. Sayangnya ada beberapa orang yang mengambil keuntungan. Banyak cerita mengenai pelecehan terhadap wanita selama festival ini karena ada pemuda-pemuda India yang mabuk atau pun sengaja mencuri-curi kesempatan untuk melakukan pelecehan. Bagaimana kalau pergi sendiri? Jangan takut, banyak threat-threat di indianmike.com atau pun thorn tree dari Lonely Planet yang isinya tentang mencari teman untuk merayakan Holi di Jaipur. Sebelum saya sampai di Jaipur, saya sudah berkenalan dengan beberapa teman dan kami pun berjanji untuk bertemu di Jaipur.
  • Kalau tidak mendapat teman sebelumnya, masih banyak tamu hotel di Jaipur, carilah teman begitu sampai di hotel.
  • Untuk keamanan dan kenyamanan, pesanlah taksi atau tuk-tuk untuk antar jemput di stasiun. Koordinasilah dengan pihak hotel terlebih dahulu. Saya beruntung saat itu mendapat kamar di hotel Sunder Palace di Jaipur. Hotel yang dijalankan oleh keluarga ini, walaupun tidak mewah tapi bersih dan terpenting, pemilik dan staffnya sangat concern dengan keamanan dan kenyamanan kami saat itu. Mereka sebenarnya tidak menyarankan kami untuk keluar dari hotel, melihat-lihat perayaan holi. Pada saat kami di sana, hotel Sunder Palace pun ada perayaan Holi untuk tamunya. Tapi rasanya ada yang kurang, tidak melihat-lihat perayaan dan kemeriahan penduduk Jaipur secara langsung.
  • Bungkuslah kamera dengan plastik. Hati-hati dengan kamera! Sebelum saya pergi, saya sudah mencari info mengenai pembungkus kamera yang tahan air. Ternyata hanya dengan plastik kresek pun bisa asal aman. Karena saat di jalan nanti, tanpa melihat- lihat lagi,semua orang pasti akan melempar bubuk warna bahkan cairan yang kemungkinan besar akan merusak kamera bila tidak terlindung dengan baik.
Bubuk Warna yang Dijual

Saya bersama beberapa teman berjalan kaki dan berkeliling di sekitaran hotel. Orang-orang yang kami temui di sepanjang jalan terlihat sangat ceria. Setiap berpapasan selalu terdengar seruan “Happy Holi!!” dan beberapa orang akan mengoleskan bubuk berwarna ke kening kita, entah apa artinya, tapi saya mengartikan itu sebagai pemberian berkat. Kami pun memasuki sebuah kuil, di dalamnya orang-orang duduk membentuk lingkaran dan ada sekumpulan pemuda menari. Bubuk warna bisa dibeli di sepanjang jalan. Oh iya,selama berkeliling, saya tidak melihat satu pun perempuan India. Mereka tampaknya merayakan Holi di halaman rumah masing-masing atau kerabat.

Kami sempat berpapasan dengan beberapa pemuda yang sepertinya sudah mabuk padahal saat itu baru sekitar jam 11 siang. Begitu puas berkeliling dan rasanya sudah suasana sudah agak liar, kami pun segera kembali ke hotel. Di sana kemeriahan holi masih berlangsung, kami pun melanjutkan kembali. Sebenarnya sebelum meninggalkan hotel paginya, saya sudah check out dulu karena malamnya harus naik kereta menuju Amritsar, demi penghematan saya pun check out dan menitipkan tas. Saya pun kembali dengan penuh warna dari ujung kepala sampai kaki. Si pemilik hotel melihat saya, beliau pun menawarkan handuk dan kamar mandi untuk bebersih. Walau sempat huru hara begitu menginjak India tapi saya merasakan keramahan  yang tulus dari orang-orangnya.

Happy Holi!