Lokasi Terbagus Untuk Menikmati Terbitnya Sang Surya di Sumatera Barat

Aku jamin belum pernah ada foto sunrise dari lokasi ini yang dipublikasikan. Selain tempatnya yang belum terkenal seperti lokasi-lokasi mainstream lainnya, juga diperlukan kesabaran untuk mendapatkan foto ini. Aku sendiri setelah hari ke-6 baru berhasil mendapatkan momen ini. Selama 6 hari berturut-turut aku harus bangun jam 4:30 pagi untuk menuju lokasi dari kota Bukittinggi.

Cuaca di awal tahun memang susah diduga, walau di smartphoneku terinstall aplikasi prediksi cuaca. Seringkali prediksi cuaca meleset dan aku terpaksa pulang tanpa hasil yang memuaskan. Syukur, Mario, asistenku cukup sabar memandu dan menyupiri kendaraan ke lokasi. Bahkan dalam beberapa kesempatan kami menggunakan sepeda motor menembus dinginnya udara pagi.

Jalan Baru Menuju Lokasi

Di lokasi ini, jalan baru saja dibuka dan baru sebagian yang beraspal. Menuju spot terbaik yang bisa dijangkau cukup menegangkan karena jalannya menurun terjal. Jika menggunakan mobil, aku tidak berani menuruni jalan tersebut dan terpaksa memarkir mobil kira-kira 300 meter dari spot pengambilan. Spot terbaik sebenarnya bukanlah dari tempat aku mengambil sekarang ini. Seharusnya spot terbaik adalah dari atas bukit beberapa ratus meter di hadapan. Namun di sana masih belum terjamah. Seandainya sudah terjamah, hasilnya pasti lebih aduhai karena tanpa halangan di hadapan.

Negeri di Atas Awan

Matahari terbit di sini pada jam 6:30, waktu terbaik untuk datang ke sini adalah jam 6:00 harus sudah sampai di lokasi. Jika cuaca cerah, kamu pasti bisa memotret keindahan warna langit di ujung sana sebelum matahari terbit. Pada jam 6:45, matahari akan bertengger di pundak Gunung Talang yang berdiri gagah di latar belakang. Jika kamu beruntung, aku jamin kamu akan menikmati keindahan sempurna di sini.

Ketika Mentari Akan Terbit

Setelah puas memotret, kamu bisa turun ke bawah menuju Nagari Bukit Apit yang dipenuhi oleh persawahan. Dari sana kamu bisa memilih untuk terus ke Batu Sangkar melewati Tabek Patah atau kembali ke Bukittinggi ataupun menuju Payakumbuh. Aku sudah melewati rute tersebut di hari ke dua. Jika saja ini mendapat perhatian dari dinas pariwisata Kabupaten Agam untuk membangun setidaknya 2 anjungan di spot berbeda, aku yakin tempat ini akan menjadi primadona baru untuk lokasi menikmati terbitnya sang surya. Bahkan mungkin bisa menjadi yang terbaik di Sumatera Barat.