Legenda Jalan Malioboro yang Tidak Hanya Bersejarah Tetapi, Memiliki Spot Foto yang Unik

Siapa yang tidak mengenal Malioboro. Salah satu kawasan dan jalan yang menjadi ikon wisata Yogyakarta ini selalu menjadi tujuan utama wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri. Seakan ada istilah yang popular di kalangan para wisatawan jika, belum ke Yogyakarta bila belum ke Malioboro.

Daya Magis inilah yang membuat kawasan wisata satu ini seakan tidak akan pernah mati dan tidak akan pernah sepi. Apalagi, saat ini Malioboro sudah berkembang dengan pesat. Tidak hanya pusat perbelanjaan saja. Melainkan, spot-spot foto yang super lengkap dan pasti akan memanjakan wisatawan semua. Inilah spot foto kekinian, yang akan sayang bila dilewatkan saat berkunjung ke Malioboro

Pemandangan di atas Area Parkr Abu Bakar Ali
  1. Area Parkir Abu Bakar Ali.

Salah satu yang menjadi pembeda Malioboro sekarang dengan zaman dahulu adalah pengelolaan parkir. Seperti Traveller semua tahu, beberapa kendaraan dengan bebas bisa menggunakan badan jalan Malioboro untuk area parkir. Penggunaan badan jalan ini sangat mengganggu para pejalan kaki yang sedang berlalu-lalng.

Tidak hanya mengganggu tetapi, area parkir ini membuat jalanan menjadi macet, tidak enak dipandang. Bukan seperti sebuah kawasan yang elit tetapi, sebaliknya membuat kawasan ini menjadi kumuh dan tidak teratur.

Pengelola Malioboro paham benar akan keadaan ini maka, dibangunlah pusat area parkir untuk semua jenis kendaraan termasuk juga bus. Area parkir tersebut di beri nama Abu Bakar Ali. Area parkir inidibuat bertingkat dengan jumlah tiga tingkat.

Dibuatnya dalm bentuk bertinghkat ini ternyata, menghadikan sebuah spot foto yang menarik. Melihat kawasan dari ketnggian menjadi daya tarik tersendir. Apalagi, saat matahari terbenam. Perpaduan antara alam dan kereta api serta bangunan cagar budaya stasiun Yogyakarta menghadirkan sebuah pemandangan yang berbeda.

Pemandangan Gunung Merapi pun juga bisa terlihat di area ini. Hanya saja, pemandangan ini bisa dilihat jika, cuaca sedang benar-benar cerah. Ditambah lagi pemandangan bangunan rumah yang mengiingakan teman Traveller semua akan lukisan anak-anak sewaktu kecil.

  1. Pedestrian Malioboro.

Kawasan ini pun berubah seiring berkembangnya zaman. Pengelola paling tahu jika, tempat ini tidak hanya diminati oleh para remaja saja. Melainkan, para keluarga yang menghabiskan waktu mereka. Oleh karena itu, di bangun kawasan pedestrian dimana ada tempat duduk yang bisa digunakan.

Ada pula beberapa hiasan yang dibuat untuk mempercantik kawasan ini. Sepanjang jalan Traveller akan menemui tempat duduk dan hiasan-hiasan seperti ini. Berkunjung ke tempat ini, membuat para keluarga betah berlama-lama dan enggan untuk pergi. Apalagi, ada satu hari dimana Malioboro akan terbebas dari kendaraan bermotor.

Pasar Beringharjo
  1. Pasar Beringharjo

Ingin cari oleh-oleh untuk sanak saudara? Tidak usah bingung. Inilah Pasar Tertua di Yogyakarta yang juga termasuk sebagai cagar budaya. Banyak hal yang bisa dibeli di Paar ini. Mulai dari kaos, baju, souvenir, bakpia, yangko dan masih banyak lagi. Pasar Beringharjo selalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan.

Bicara soal harga, semua bergantung kepada para Traveller semuanya. Namanya juga pasar di kawasan wisata yang sudah memiliki nama, sudah pasti harganya mahal. Tetapi, para Traveller bisa menawarnya hngga mencapai kesepakatan harga yang palng murah. Jangan ragu-ragu untuk menawar. Salah satu kegiatan yang paling menyenangkan adalah menawar barang.

Santai saja dalam menawar barang yang diinginkan. Karena, para pedagang di Pasar Beringharjo sangat ramah-ramah. Mereka pasti akan melepas harga yang kita inginkan walau, harus dengan proses tawar-menawar yang sengit.

Benteng Vrdeburg
  1. Benteng Vredeburg

Inilah paket lengkap kawasan Malioboro denga hadirnya Benteng Vredeburg yang menjadi saksi sejarah perang kemerdekaan negeri ini. Sobat Traveller akan mendapatkan sebuah pengalaman yang menarik masuk kedalam museum. Apalagi, bangunan-bangunan tua ini sangat nstagramable.

Area ini pun sungguh mengesankan dengan hadirnya sebuah wahana yang berisi patung dan keadaan nyata situasi perang kemerdekaan. Walau tdak besar. Namun, cukup menghibur dan membuat kita tesadar jika, kemerdekaan negeri ini adalah harga mati.

Ada pula pemutaran film yang merupakan pengenalan bagaimana benteng ini di dirikan. Sejarah panjang yang membuat para Traveller semua memahami makna sejarah panjang dan perjuangan yang tiada henti. Jangan lupa membawa kamera karena, setiap sudutnya sangat cantik menjadi sebuah galeri di Instagram.

  1. Titik Nol Kilometer.

Setelah puas belajar dan bermain saatnya untuk menikmat kawasan geogafis dimana titik ini merupakan titik 0 km. di kawasan ini pun tersedia toilet dengan taraf internasional. Ada pula bangunan-bangunan tua yang menark untuk disimak.

Sebuah monumen pun berdiri untuk memperingati perjuangan para pahlawan yang sudah bertempur melawan penjajah. Dalam serangan umum 1 maret. Monumen yang berisi beberapa patung itu seakan berteriak, melecut semangat para generasi muda untuk mengisi kemerdekaan dengan berbagai macam kegiatan positif.

Cobalah berkunjung saat malam hari, maka kawasan ini akan berubah dan banyak orang yang ingin mengabadikan foto dengan iron man, hantu, burung hantu, dan masih banyak lagi.

  1. Taman Pintar.

Bermain adala salah satu metode belajar yang paling tepat. Di taman pintar inilah yang Sobat Traveller bisa memadukan antara bermain dan juga belajar. Banyak sekali wahana yang akan memberikan pengetahuan secara mendalam.

  1. Taman Budaya Yogyakarta.

Ada banyak agenda yang sering digelar disini. Semuanya selalu berhubungan denga kebudayaan. Salah satunya adalah Pasar Kangen yang rutin di gelar setiap Bulan Juli.

  1. Seniman Jalanan.

Kawasan Malioboro memang ramah untuk semua orang. Termasuk para seniman yang pasti akan memeriahka suasana malam Sobat Traveller semua. Ada banyak pelancong yang biasanya juga ikut menikmati sajian musik malam yang disugukan oleh para seniman jalanan ini.

Malioboro sudah bukan lagi tentang sejarah, budaya, ataupun legenda wisata yang wajib untuk dikunjungi. Melainkan, sudah berubah menjadi kawasan wisata dengan spot-spot menarik. Bagi Traveller yang belum kesini segeralah datang, sebelum spot-spot baru berdiri dan meninggalkan spot yang lama.