Jika Kamu Datang ke Turki, Rumah Bunda Maria di Bukit Bulbul Ini Patut Dikunjungi

Langit mendung musim dingin di bulan Desember memberi suasana muram. Rintik gerimis membasahi kaca bis yang terus beranjak naik mendaki lereng Bukit Bulbul di Seljuk, propinsi Izmir di Turki. Di puncaknya terdapat situs rumah Bunda Maria (Meryem Ana). Ke sanalah kami menuju sambil mendengarkan pemandu wisata berkisah.

Di saat akhir hidupnya di dunia Yesus mempercayakan Bunda Maria kepada Yohanes salah seorang muridnya. Sepeninggalnya, Yohanes membawa Bunda Maria (atau Maryam dalam Islam), mengembara meninggalkan Yerusalem, hingga tiba di suatu desa di dekat Ephesus, sebuah kota yang didirikan pada zaman Yunani kuno. Di sana Bunda Maria diyakini tinggal menetap dalam sebuah bangunan batu yang dibuat oleh Yohanes, hingga tiba saatnya beliau dipanggil menghadap Tuhan.

Keran Air Minum Untuk Para Peziarah

Bangunan asli berbentuk segi empat itu telah dipugar menjadi seperti yang tampak sekarang, dan berfungsi layaknya sebuah kapel. Di dalamnya ditambah sebuah altar dengan patung Bunda Maria, sebuah mata air yang airnya dialirkan keluar kapel dalam tiga keran air yang dapat diminum oleh para peziarah dan pelancong. Seorang petugas siaga duduk berjaga di dalam. Ajaibnya, bangunan kecil ini ditemukan berdasarkan petunjuk dari ‘vision’ seorang biarawati yang ditulis dalam sebuah buku yang diterbitkan pada akhir abad 18.

Rumah Bunda Maria di Bukit Bulbul

Ketika pertama kali ditemukan, terlihat tanda-tanda pada reruntuhannya bahwa bangunan ini telah dimuliakan umat Nasrani di perkampungan yang terletak cukup jauh, yang merupakan keturunan umat Nasrani Ephesus. Rumah ini disebut Panaya Kapulu (Pintu masuk menuju Sang Perawan). Mereka meyakini bahwa ini rumah Bunda Maria berdasarkan bukti ditemukannya makam Yohanes dan telah dibangunnya Gereja Maria sebagai basilika pertama di dunia pada abad ke 5, keduanya terdapat di Ephesus.

Dinding Harapan dan Dedaunan Maple yang Menguning

Setiap tahun ramai peziarah yang datang, terutama pada tanggal 15 Agustus, tanggal yang diperingati umat Nasrani ortodoks sebagai hari diangkatnya Bunda Maria menghadap Tuhan. Tidak hanya umat Nasrani yang berkunjung kesini tetapi juga umat Islam, mengingat mayoritas penduduk Turki beragama Islam. Maria atau Maryam dan juga putranya nabi Isa atau Yesus adalah figur yang dihormati baik dalam Islam maupun Nasrani.

Di lingkungan sekitarnya tampak sebuah sumur tua tanpa air. Patung Bunda Maria di jalan setapak menuju kapel. Pepohonan pinus tampak hijau, pohon zaitun dengan buahnya yang kecil-kecil, dan di lembah bukit pohon-pohon maple merontokkan dedaunan yang berwarna kuning mencerahkan dalam warna kelabu musim dingin, berserakan di bawahnya.

Dinding Dipenuhi Harapan Yang Ditulis Dalam Beragam Bahasa

Didekatnya, dinding harapan penuh digantungi ribuan atau bahkan jutaan harapan dan do’a pengunjung dari berbagai belahan bumi. Dinding tampak putih tertutup gulungan kertas bertuliskan harapan yang membasah oleh gerimis. Ada sebuah harapan yang menyita mata, yang ditulis dan dibiarkan terbuka. Harapan bagi damai dunia, kesehatan serta kebahagian bagi umat manusia.