Jelajah Telaga Ngebel, Wisata Alami Nan Eksotis dari Kota Reog

Hai Traveler! Sebelum membagikan cerita tentang Telaga Ngebel, Penulis mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H bagi seluruh umat muslim yang merayakannya. Musim libur panjang merupakan momen yang pas untuk merelaksikan pikiran dan mereggangkan otot setelah sekian lama bergelut dengan berbagai macam kesibukan di Ibukota. Apalagi liburan tahun ini bertepatan dengan libur lebaran menjadi waktu yang tepat untuk berkumpul dan liburan bersama sanak keluarga. Bagi kamu yang sedang mudik dan berada di Ponorogo, Jawa Timur, Telaga Ngebel dapat menjadi destinasi wisata pilihan yang wajib kamu kunjungi bila singgah di Kota Reog.

Kabupaten Ponorogo identik dengan kesenian reognya yang mempesona, sehingga Ponorogo dijuluki sebagai Kota Reog. Di balik kesenian reognya yang mendunia, Ponorogo juga memiliki segudang tempat wisata andalan yang wajib masuk ke daftar list perjalananmu, salah satunya Telaga Ngebel. Telaga Ngebel merupakan salah satu icon wisata terpopuler di Kabupaten Ponorogo yang berlokasi di Desa Ngebel, Kecamatan Jenangan. Letak Telaga Ngebel yang berada di kaki gunung wilis dan berjarak 30 KM dari pusat Kota menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berdatangan dari dalam Ponorogo maupun dari berbagai daerah di luar Ponorogo.

Pemandangan Telaga Ngebel dari bibir jalan

Bagi kamu pecinta wisala alam, Telaga Ngebel merupakan surganya para explorer. Bagaimana tidak, telaga yang terbentuk secara alami karena aliran deras yang berasal dari sumber air Kanal Santen dan Air Terjun Toyomarto ini punya segudang spot menarik untuk kamu jelajahi. Sebab Telaga Ngebel ini sendiri memiliki luas sekitar 5 KM lebih! Wah, bisa dibayangkan betapa luasnya area jelajahmu di telaga ini.

Telaga Ngebel akan ramai jika kamu datang kesana pada waktu hari libur maupun saat hari raya lebaran, Telaga Ngebel merupakan Tujuan wisata utama yang berada di Kabupaten Ponorogo. Seperti halnya kekhasan telaga atau danau lain yang terbentuk karena proses alam, Telaga Ngebel pun memiliki kekhasan berupa air telaganya yang jernih kehijauan akibat aktivitas biota air di bawah telaga. Berbagai pepohonan hijau nan rimbun di sekeliling Telaga Ngebel pun menambah kemolekan primadona wisata ini.

Selain lokasi wisata yang masih alami, harga tiket masuk ke kawasan Telaga Ngebel cukup terjangkau, kamu hanya perlu membayar Rp. 5000, – per orang, dan bagi yang membawa kendaraan, hanya membayar parkir Rp. 2000, – untuk motor dan Rp. 3000, – untuk mobil.

Tak kurang dari 100 meter dari pintu masuk tempat wisata, para wisatawan akan disuguhi keindahan panorama telaga yang memiliki luas sekitar 160 hektar dan berbagai macam pemandangan alam lainnya, seperti tebing kapur, rimbunan pepohonan yang hijau, dan pegunungan yang mengelilingi Telaga Ngebel. Dibanding dengan Telaga Sarangan, Magetan; luas Telaga Ngebel lebih besar. Jika ingin berkeliling di Telaga Ngebel, tersedia kendaraan air yang murah meriah jika kamu ingin menjelajahi Telaga Ngebel bersama teman-teman, keluarga ataupun pasangan. Kamu hanya perlu merogoh kocek Rp 5.000,- per orang untuk bisa naik “Bus Air” yang tersedia di sana. Bus Air ini akan mengantarkanmu berkeliling Telaga Ngebel dengan santai bersama para penumpang lainnya.

Bus Air dan Speed Boat sedang berlabuh di pinggir telaga

Sebuah Bus Air bisa menampung penumpang sebanyak 15-20 orang. Karena model Bus Air ini yang didesain terbuka, maka kamu pun bisa mengeksplore keindahan Telaga Ngebel secara leluasa terutama jika kamu hendak mengabadikannya lewat jepretan kamera. Jika ingin lebih memacu adrenalin, maka menyewa Speed Boat bisa jadi alternatif pilihan buatmu. Biaya sewa yang hanya sebesar Rp 60.000,- untuk sekali sewa tentu cukup sebanding dengan sensasi dan keseruan yang bisa kamu rasakan bersama rombongan wisatamu

Sepanjang jalan berdiri rumah makan dan saung yang menghadap langsung ke Telaga Ngebel. Tempat beristirahat yang nyaman untuk para wisatawan

Bila perut mulai keroncongan dan ingin beristirahat, terdapat saung dan rumah makan di sepanjang bibir Telaga Ngebel. Menikmati nasi pecel khas Ponorogo di saung-saung yang berdiri di tepi Telaga Ngebel menjadi lokasi spot wisata kuliner yang wajib di coba. Masyarakat sekitar Telaga Ngebel pada umumnya bermata pencaharian petani, nelayan, dan pedagang.

Jangan aneh bila kamu menyusuri Telaga Ngebel, di beberapa titik tertentu di Telaga Ngebel, terdapat keramba ikan yang sengaja di pasang oleh warga sekitar untuk membudidayakan ikan air tawar di sekitaran danau. Hal ini menjadi daya tarik wisata sekaligus komoditas dalam meningkatkan perekonomian masyarakat yang tinggal di sekitar Telaga Ngebel.

Keramba budidaya ikan air tawar di Telaga Ngebel

Suasana Telaga Ngebel yang asri selalu menjadi lokasi kegiatan rekreasi keluarga, camping, hingga acara-acara tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo maupun acara skala nasional.

Letak geografi Kabupaten Ponorogo sangat strategis karena berbatasan langsung dengan Wonogiri, Jawa Tengah; dan beberapa kabupaten di Jawa Timur, seperti Trenggalek, Madiun, Magetan, Tulungagung, dan Pacitan.

Legenda Telaga Ngebel 
Objek Wisata Telaga Ngebel tidak lepas dari sebuah cerita yang dihubungkan dengan terbentuknya Telaga tersebut, dalam cerita tersebut menyebutkan adanya seekor ular yang bernama BARU KLINTING, ular tersebut adalah jelmaan Patih Bantaran Angin. Patih Bantaran Angin sedang bermeditasi dengan berwujud seekor ular dan ada seseorang tanpa sengaja membawa ular jelmaaan Patih tersebut masuk kedalam desa, saat sudah sampai ke desa tersebut, Ular berubah menjadi seorang anak kecil.

Anak tersebut membuat sebuah sayembara dengan menancapkan sebuah batang lidi dan menyuruh warga desa mencabut batang tersebut namun tidak ada yang bisa mencabutnya dan yang bisa mencabut hanyalah anak kecil yang menancapkan tadi, dari lubang tersebut muncul sumber air yang menggenang hingga terbentuk menjadi sebuah Telaga. Oleh penduduk desa sekitarnya, telaga tersebut diberi nama telaga Ngebel, artinya telaga yang mengeluarkan bau menyengat.

Legenda Telaga Ngebel ini konon terkait erat dan memiliki peran penting dalam sejarah Kabupaten Ponorogo. Konon salah seorang pendiri Kabupaten ini yakni Batoro Kantong. Sebelum melakukan syiar Islam di Kabupaten Ponorogo, Batoro menyucikan diri terlebih dahulu di mata air, yang ada di dekat Telaga Ngebel yang kini dikenal sebagai Kucur Batoro.

Akses Menuju Ponorogo
Untuk menuju ke Ponorogo, transportasi umum yang bisa digunakan adalah jalur darat (sepeda motor, mobi, bus, dan kereta api) dan pesawat terbang. Bila naik kereta api stasiun terakhir adalah di Stasiun Madiun dan selanjutnya dilanjutkan dengan naik taxi, bus, atau ojek menuju ke Ponorogo sejauh 30 km.

Bila naik pesawat terbang, maka bandar udara yang bisa dituju adalah Bandar Udara Djuanda di Sidoarjo, Jawa Timur; atau Bandar Udara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah. Dari dua bandar udara itu perjalanan selanjutnya dilanjutkan dengan naik bus.

Akses Menuju Telaga Ngebel
Untuk menuju ke telaga yang berada di Kecamatan Ngebel itu, bagi pelancong dari luar kota Ponorogo dari arah Madiun sangat mudah. Sekitar 300 meter dari perbatasan Kabupaten Madiun dan Kabupaten Ponorogo, setelah melewati Jembatan Mlilir dan Tugu Reog, petanda memasuki Ponorogo, akan bertemu dengan sebuah perempatan. Dengan mengarah ke kiri maka di situlah jalur ke Telaga Ngebel. Dengan jalan yang terbilang bagus dan sepi, jarak sekitar 25 km dari Mlilir cepat dilalui.

Sebagai telaga yang berada di Pegunungan Wilis, jalan menuju Ngebel berkelok-kelok dan menanjak. Hal demikianlah yang membuat perjalanan menjadi menarik. Di saat musim durian dan nangka, di mana banyak masyarakat menanam dua jenis pohon buah-buahan itu, di sepanjang jalan akan ditemukan orang berdagang dua jenis buah-buahan itu. Pembeli bisa memakan langsung durian dan nangka di tempat atau bisa membawanya pulang, tergantung selera masing-masing.

Telaga yang dikelilingin oleh Desa Gondowido, Sahang, Ngebel, dan Wagirlor, itu sampai saat ini masih terasa alami. Kanan dan kiri 90 persen masih dikelilingi oleh hutan pinus dan pepohonan yang lain. Dari sinilah maka wilayah ini kelihatan hijau penuh dengan rerimbunan pepohonan.

Demikian ulasan mengenai objek wisata Telaga Ngebel, Kabupaten Ponorogo. Semoga dapat menjadi alternatif liburan akhir pekan Anda bersama keluarga tercinta dan juga sahabat. Selamat Berakhir Pekan!