Inilah Reruntuhan Troya, Kota Legenda Dalam Mitologi Yunani yang Menjelma Nyata

Kuda kayu berukuran raksasa itu berdiri gagah menyita perhatian pengunjung, menarik minat untuk berfoto dengannya. Melihat kuda kayu setinggi tidak kurang dari 10 M itu aku langsung mengenalinya, ya itulah kuda Troya yang terkenal. Pertama berkenalan dengan kuda Troya, pada saat duduk di bangku Sekolah Dasar. Sebuah cerita bersambung di majalah anak-anak menceritakan tentang bagaimana kecerdikan Odyssey (Odisseus) dan teman-temannya berhasil menaklukkan kota Troya dengan sebuah kuda kayu. Kisah klasik Perang Troya, ditulis oleh pujangga Yunani Homer dalam dua bukunya Illiad dan Odyssey. Homer hidup pada sekitar 800 SM, beberapa abad setelah perang Troya berlangsung.

Perang Troya yang berlangsung selama 10 tahun terjadi menjelang akhir Zaman Perunggu, sekitar 1200 SM. Pada saat itu di Yunani kuno sedang berkembang peradaban Mycenae, yang ditandai dengan maraknya pembangunan istana-istana megah dan berkembangnya sistem aksara Yunani. Dalam karyanya, Homer mengisahkan bagaimana kerajaan-kerajaan Bangsa Akhaia (Yunani) bersatu padu menyerang kota Troya, karena pangerannya telah menculik Helen, permaisuri raja Menelaos dari Kerajaan Sparta. Reruntuhan kota Troya sendiri ditemukan di Hisarlik, Anatolia, Turki, tempat yang kami singgahi.

Benteng kota yang kokoh dari periode Troy VII, yang diidentifikasi sebagai tempat terjadinya Perang Troya (1200 SM)

Karya Homer tentang perang Troya, menjadi petunjuk awal bagi para ahli arkeologi dalam menemukan reruntuhan kota Troya. Gundukan tanah di Hisarlik telah lama diketahui mengandung reruntuhan kota Illion atau Illium yang berkembang pada masa Hellenistik dan Romawi. Lalu timbul gagasan bahwa lokasi ini boleh jadi juga menjadi lokasi reruntuhan kota kuno Troya yang diceritakan Homer. Tetapi tak banyak yang tertarik karena menganggap kisah legendaris Troya adalah semata-mata fiksi yang diciptakan hanya berdasarkan mitos, bukan fakta sejarah. Baru sekitar 50 tahun kemudian dimulai ekplorasi pertama di Hisarlik dan berhasil menunjukkan kepada dunia bahwa apa yang digagas 50 tahun sebelumnya adalah benar adanya. Di bagian tengah gundukan Hisarlik berhasil diungkap adanya sisa-sisa benteng sebuah citadel (kota yang dibangun di area yang lebih tinggi dari wilayah sekitarnya).

Jalan mendaki memasuki citadel dari perioda Troy II (2500-2300 SM)

Perjalanan satu jam kami menjelajah kota kuno Troya dimulai dari Gerbang Timur. Jalan masuk menuju citadel kiri kanannya dibentengi oleh  dua dinding  batu dimana dinding kota Troya berada di sebelah kiri. Di ujung jalan masuk lantas membelok ke kiri dan ada jalan naik masuk ke kota. Sebelum ekskavasi tinggi gundukan mencapai sekitar 32 meter di atas tanah, yang terdiri dari akumulasi 9 strata yang menunjukkan 9 perioda dibangun, ditempati, lantas hancur. Setelah kehancuran (bisa jadi karena kebakaran, gempa bumi, atau juga perang seperti dalam kisah perang Troy), mereka yang tetap bertahan membangun kembali di atas bangunan yang sudah ada, jadi sisa-sisa bangunan dari perioda sebelumnya masih tampak. Reruntuhan bangunan dari tiap perioda kemudian diberi label I hingga IX, dimulai dari yang paling bawah yang merupakan pemukiman paling tua Troy I.

Sisa-sisa kuil Athena dari perioda Troy VI di Sektor Bastion Utara

Pada perioda  I hingga VII Troya adalah kota dalam benteng yang kuat yang bertindak sebagai ibukota dan tempat tinggal raja, keluarganya, para pegawai, penasehat, pengawal dan budak-budaknya. Penduduk biasa dan para petani tinggal di desa-desa sekitarnya di luar benteng. Dinding benteng yang kami lewati di Gerbang Timur merupakan peninggalan perioda VII saat dimana perang Troya terjadi. Troy I hingga V berhubungan dengan Zaman Perunggu (3000 -1900 SM). Citadel Troy I kecil, diameternya tidak lebih dari 90 meter, dilingkupi oleh benteng kokoh dengan pintu masuk dan menara-menara di sisi-sisi sayapnya dan di dalamnya terdapat sekitar 20 rumah berbentuk segi empat. Troy II berukuran dua kali lebih besar dengan dinding berlereng yang lebih tinggi yang melindungi kediaman raja dan keluarganya. Citadel Troy II mengalami kehancuran akibat kebakaran, lalu dibangun  pada perioda III, IV dan V yang lebih besar, tetapi rumah-rumah di dalamnya menjadi semakin kecil dan lebih rapat.

Latar belakang lembah yang indah dan pohon tin dilihat dari Sektor Bastion Utara

Troy VI dan VII berkenaan dengan Zaman Perunggu Tengah-Akhir (1900-1100 SM). Pada perioda ini penduduk semakin bertambah, kuda-kuda mulai didomestikasi dan  kota diperbesar dan dibangun dinding tebal batu gamping secara melingkar hingga ketinggian 5M dan atasnya bisa dilalui, serta menara pengintai. Troy VI dihancurkan oleh gempa bumi pada sekitar 1300 SM. Mereka yang bertahan dari bencana gempa bumi segera membangun kembali kota dan mulailah perioda VII. Reruntuhan diratakan dan ditutup dengan bangunan baru. Hampir setiap rumah memiliki jambangan penyimpan yang tertanam di tanah dan hanya mulutnya saja yang berada di lantai, digunakan untuk menyimpan persedian makanan jika terjadi pengepungan. Kota kembali hancur akibat api, sisa-sisa tulang belulang manusia  di temukan dalam rumah-rumah dan jalan-jalan, mengesankan bahwa kota telah dikuasai, dijarah dan dibakar oleh musuh. Berdasarkan dari bukti-bukti gerabah masa Mycenae masa berakhirnya Troy VII diperkirakan antara 1260 dan 1240 SM. Troy VII disimpulkan sebagai ibukota Raja Priam yang digambarkan dalam karya Homer, Illiad. Dapat dibayangkan mengapa dulu pasukan Yunani  baru berhasil menembus benteng kokoh Troya setelah 10 tahun berperang.

Sisa-sisa bangunan tempat perlindungan dari perioda Troya VIII dan Troya IX (700 SM-Illium Hellenistik)

Setelah perioda Troy VII berakhir, selama sekitar 4 abad daerah ini ditinggalkan dan pada sekitar 700 SM wilayah ini kembali dihuni. Troya kembali dibangun dan diberi nama Ilion (mengikut zaman Helenistik), masa ini diberi label Troy VIII. Kemudian kaum Romawi menghancurkan Ilion pada 85 SM, tetapi sebagian dibangun kembali. Masa-masa Troya dikuasai Romawi dikenal sebagai Troy IX. Setelah berdirinya Konstantinopel (324 M), Ilion tidak diketahui lagi beritanya.

Angka Romawi pada reruntuhan bangunan (warna kuning, putih, merah) menunjukkan perioda dibangun

Kami berjalan menyusuri kota kuno Troya diantara bebatuan reruntuhan bangunan, kucing-kucing yang bebas berkeliaran dan pepohonan tin yang daun-daunnya mengering kecoklatan akibat musim dingin. Di sekitarnya terdapat lembah-lembah yang cantik. Kisah kota Troya adalah kisah kota yang jatuh bangun jatuh dan tidur panjang. Perjalanan diakhiri di patung kuda kayu. Ide strategi penyerangan ala kuda Troya telah melegenda merambah ke seluruh dunia  bahkan ke para pengguna komputer, anda kenal virus Trojan. (imt)