Fatehpur Sikri Tempat Bermukimnya Shaikh Salim Chishti Adalah Kota Kemenangan yang Penuh Berkah

Kota ini diberi nama oleh Abu’l-Fath Jalal-ud-din Muhammad Akbar atau dikenal juga dengan Akbar yang Agung. Akbar adalah kaisar ke-3 dari dinasti Moghul yang menguasai India bagian Tengah, Utara, termasuk Afganistan dan Pakistan sekarang ini sejak abad ke-16. Sebelumnya kota yang terletak tidak jauh dari kota Agra ini bernama Sikrigarh, dibangun atas perintah Kaisar Maharana Sangram Singh yang merupakan kaisar terakhir dari Kerajaan Sikriwal Rajput. Setelah penyerangan ke-7 barulah Akbar menguasai kota Sikrigarh dan mengubah namanya menjadi Fatehabad, kemudian menjadi Fatehpur Sikri yang berarti Kota Kemenangan.

Gerbang Utama

Akbar adalah kaisar yang paling dihargai karena memiliki pandangan liberal untuk semua agama dan kepercayaan, selama pemerintahannya seni dan budaya mencapai puncak dibandingkan dengan pendahulunya. Akbar secara signifikan mempengaruhi seni dan budaya di negeri ini. Ia adalah seorang pendukung besar seni dan arsitektur. Selama tahun-tahun awal pemerintahannya, ia menunjukkan sikap tidak toleran terhadap Hindu dan agama lainnya. Tetapi kemudian berubah menjadi sangat toleran setelah menyadari sikap intoleran sangat merugikan dirinya. Ia bahkan memulai serangkaian debat agama antara dengan Hindu, Jainisme, Zoroastrianisme dan Katolik Roma Portugis, Yesuit. Ia memperlakukan para pemimpin agama dengan perhatian besar, terlepas dari keyakinan yang dianut dan menghormatinya. Ia tidak hanya memberikan tanah dan uang untuk masjid tetapi juga sejumlah candi Hindu di utara dan tengah India, gereja Kristen di Goa dan menghibahkan lahan untuk keyakinan Sikhisme yang baru saja lahir sebagai pembangunan tempat ibadah. Bahkan ia tidak mengharuskan istri-istrinya untuk memeluk Islam.

Makam Salim Chishti di Sebelah Kiri

Akbar memiliki banyak sekali istri, tidak satupun di antara mereka yang memberikan keturunan lelaki sebagai pewaris tahta. Di tengah keputusasaan itu, pergilah Akbar menemui Shaikh Salim Chishti, seorang sufi yang suci, mungkin semacam wali di Indonesia untuk meminta berkah. Shaikh Salim meramalkan bahwa Akbar hanya akan mendapatkan 3 anak lelaki dari wanita Hindu asli India. Wanita itu adalah Mariam-uz-Zamani atau dikenal dengan Jodha Bai. Sejatinya Jodha Bai adalah putri dari seorang raja dari daerah Jaipur yang dikawini untuk tujuan aliansi politik. Ini adalah salah satu strategi Akbar dalam membangun kekuatan dan menambah sekutu. Tak lama kemudian lahirlah 2 anak lelaki kembar yang kemudian meninggal di kala masih bayi. Sesuai ramalan Shaikh Salim lahirlah anak lelaki ke-3 dan kemudian diberi nama Nur-ud-din Mohammad Salim sebagai penghormatan kepada Shaikh Salim Chishti. Setelah menjadi Kaisar menggantikan Akbar dikenal dengan sebagai Jahangir (Sang Penakluk), kaisar Moghul ke-4.

Masjid Jama

Selain memberi nama Salim untuk anaknya, Akbar juga membangun sebuah masjid megah yang terletak di dalam komplek Fatehpur Sikri. Makam Shaikh Salim berada tidak jauh dari masjid yang diberi nama Masjid Jama ini. Padahal sebelumnya kota ini sempat diabaikan oleh Akbar selama bertahun-tahun. Fatehpur Sikri yang sempat dijadikan ibukota oleh Akbar hanyalah salah satu bagian dari bukti kebesaran Moghul yang bisa ditemui. Tidak heran jika di sini bukan hanya masjid dan makam yang ada, berbagai bangunan serta fasilitas lain juga dibangun oleh Akbar. Kekaisaran Islam Moghul menyisakan banyak cerita intrik kekuasaan dan romantisme. Hingga sekarang banyak sekali orang berziarah ke sini. Mungkin juga sebagian berharap mendapatkan berkah seperti Akbar yang Agung.

Interior Masjid Jama

Waktu terbaik mengunjungi Fatehpur Sikri adalah di sore hari antara waktu Ashar dan Magrib. Setelah melaksanakan shalat Ashar kamu bisa mengitari komplek Fatehpur Sikri ini hingga menjelang magrib. Di Diwan-i-Aam, semacam pelataran untuk publik yang luas anak-anak banyak bermain. Sayangnya para pedagang asongan juga masuk ke sini dan agak mengganggu karena mereka dengan gigih menawarkan dagangannya. Kamu tidak perlu meladeni atau melirik atau coba menawar barang dagangan mereka kalau tak hendak membeli. Jika kamu coba bertanya soal harga dagangan mereka saja maka mereka akan dengan gigih mengejar sampai kamu membelinya.

Bermain di Pelataran Masjid

Jika kamu memotret di sini, jangan lupa menyediakan uang rupee pecahan 10 dan 100 untuk para model dadakan orang asli India. Selain memotret bangunan-bangunan tua yang berdiri megah, objek untuk foto human interest juga banyak. Wajah-wajah khas India dan percampuran antara India Persia bisa ditemukan dengan gampang. Jika ketemu tinggal minta saja mereka untuk difoto.

Wajah India Persia

Kamu bahkan bisa memotret di dalam masjid dan jangan lupa memberi sumbangan kepada imamnya. Imam dan pengurus masjid tidak akan sungkan meminta sumbangan kepadamu setelah mereka menunjukkan ruang-ruang yang ada di dalam masjid. Jika cuaca bagus pemandangan di waktu matahari akan tenggelam akan terlihat sangat indah dari pintu gerbangnya.

Sunset di Fatehpur Sikri

Jika sudah sampai di Masjid Jama ini jangan lupa berdoa dan Insya Allah doamu terkabul (Demikian kata orang banyak yang sudah ke sana).