Danau Kawah Galunggung; Keindahan Sisa Letusan Maha Dahsyat Puluhan Tahun Lalu

Gunung Galunggung sempat mengegerkan dunia. Dalam sejarahnya gunung ini pernah meletus beberapa kali, namun Letusan terakhirnya, tahun 1982 adalah letusan maha dahsyat. Letusan tersebut disertai dengan suara dentuman, pijaran api, dan kilatan halilintar. Aktivitas letusan pun cukup lama yaitu hampir 9 bulan. Bencana  itu  telah membawa kerugian harta dan nyawa manusia yang tak terkira. Saat ini Gunung Galunggung dalam keadan tidur sehingga bisa dikunjungi. Sisa-sisa peninggalan letusannya masih bisa dilihat melalui kawah dan danaunya yang kini telah bermetamorfosa menjadi tempat wisata.

Gunung ini berjarak 17 Km dari Kota Tasikmalaya. Setiap akhir pekan gunung ini banyak dikunjungi oleh masyarakat sekitar dan luar kota. Baik one day trip atau bermalam di sana dengan mendirikan tenda. Akomodasi menuju gunung ini tidaklah susah. Transportasi umum pun tersedia dengan jumlah yang lumayan banyak.

Udara dingin dan sejuk langsung terasa ketika pertama kali menginjakkan kaki di gerbang taman wisata ini. Suasana yang diburu oleh para penikmat alam yang ingin sejenak mengistirahatkan kalbu dari hiruk pikuk dunia. Menyegarkan kembali hati dan fikiran setelah berkutat dengan kerumitan kehidupan.

Lelah dari perjalanan jauh, saya memutuskan untuk beristirahat sejenak di warung-warung pinggir jalan sebelum menuju kawah Galunggung. Membasuh muka dengan air nan dingin, membuat rasa kantuk hilang dan lenyap seketika. Menikmati secangkir kopi panas dan ditemani pisang goreng yang panas juga. Nikmatnya aduhai. Setiap seruputan kopi meninggalkan sensasi. Karena masih lapar, akhirnya saya memesam mie rebus. Udara dingin memang menuntut saya untuk lebih sering mengunyah dan menggoyangkan lidah.  Setelah sumatera tengah aman, perjalanan pun dilanjutkan.

Untuk menuju Gunung Galunggung dari pintu gerbang, saya dan rombongan  harus menanjak lagi. Tapi tenang, untuk pengunjung yang tidak punya energi dan kekuatan untuk menanjak, atau pengunjung yang waktunya terbatas,  ojek motor pun tersedia cukup banyak untuk mengantarkan pengunjung sampai  ke tangga menuju bibir kawah Galunggung. Sebelum naik ojeg, ada baiknya menanyakan harga sewa ojegnya.

Anak Tangga Menuju Bibir Kawah Gunung Galunggung

Untuk mencapai bibir kawah Galunggung pengunjung harus menapaki anak tangga yang telah dibuat permanen. Dari sinilah perjuangan sesungguhnya dimulai. Saya pun tidak tau pasti jumlah anak tangga tersebut. Ada yang menyebut bahwa jumlah anak tangganya 620. Sebenarnya saya mencoba menghitungnya, tapi rasa lelah karena menanjak selalu membuyarkan konsentrasi saya.

Hati-hati dengan lutut anda. Jika lelah dan letih, berhentilah sejenak sambil menoleh kebelakang, melihat pemandangan sekitar atau berfoto-foto mengabadikan kenangan. Kemudian jangan lupa menarik napas dalam-dalam, mengumpulkan energi untuk menlanjutkan sisa perjalanan. Sejauh mata memangdang akan terlihat hijaunya pepohonann dan rerumputan.

Namun perjuangan melewati 620 anak tangga akan terbayarkan. Dari bibir kawah ini kota Tasikmalaya pun terlihat jelas. Hijaunya tebing di sebarang kawah  dan indahnya Danau Galunggung seketika mampu membayar lunas segala kepenatan. Keberadaan Danau Galunggung ini memang belum diketahui banyak orang.  Danau yang terbentuk dari proses letusan Gunung Galunggung tahun 1982 ini luasnya mencapai 40 Ha dan berwarna kehijauan.

Dinding-dinding Kawah Galunggung

Udara di  bibir kawah ini semakin dingin. Kadang disertai angin yang rasanya semakin menusuk-nusuk hingga ke tulang. Bagi pengunjung yang akan datang kesini jangan lupa membawa jaket tebal, sarung tangan dan bahkan syal.

Di bibir kawah ini banyak kursi-kursi dari bambu yang dapat digunakan untuk beristirahat  sejenak. Dari sini pengunjung pun bisa menikmati  tebing-tebing yang kadang berkabut atau melihat Danau Galunggung dari ketinggian. Jika ingin menyaksikan Danau Galunggung dari dekat maka pengunjung bisa menuju ke dasar kawah dengan  menyusuri jalan setapak yang telah disediakan atau dari sisi lain terdapat anak tangga yang biasanya digunakan oleh petugas untuk pengamatan.

Di lantai kawah ini, selain danau juga terdapat aliran sungai  berbatu dimana batunya berserakan. Pada sisi lain terdapat hamparan datar yang biasanya digunakan untuk berkemah. Kebanyakan yang berkunjung ke Gunung Galunggung ini memilih untuk menikmati malam dengan bertenda di pinggir danau.

Danau galunggung ini konon katanya sedikit agak misterius. karena tidak ada yang tau  berapa kedalamannya. setiap ada yang coba berenang di danau ini konon katanya hanya  tinggal nama.  Keindahan riak danau yang airnya  berwarna hijau tosca ini sungguh mempesona. Apalagi jika rintikan hujan turun, riaknya semakin indah dengan gradasi yang luar biasa. Oh ya banyak juga pengunjung yang memancing di danau ini.

Danau Galunggung

Kebersamaan di pinggir danau ini pun semakin terasa dengan senda gurau serta tawa. Berbagi cerita tentang banyak hal yang kadang disertai tawa yang begitu lepas. Hal-hal kecil yang mengalirkan energi dan semangat baru. Dan yang tak kalah pentingnya adalah menikmati kudapan hangat.

Ketika pagi menjelang, menikmati sunrise adalah aktivitas yang tak boleh dilewatkan. Dari tenda di pinggir danau untuk dapat menikmati sunrise, kami harus naik kembali ke bibir kawah. Dari bibir kawah inilah, perlahan  pendaran jingga sang mentari muncul. Menyapa pagi dan memberikan sedikit kehangatan pada manusia-manusia yang kedinginan. Pendaran jingga penanda bahwa manusia harus segera bangkit dari peraduannya untuk menyambut kehidupan di hari yang baru. Pendaran jingga yang selalu diburu banyak orang.

Setelah menikmati sunrise, kami pun segera menyiapkan sarapan pagi dan bersiap untuk  pulang. Sebelum melanjutkan pulang kami memutuskan untuk berendam air panas.  Pemandian air panas ini, mata airnya berasal dari Gunung Galunggung. Sudah dipercaya banyak orang bahwa air panas gunung yang mengandung balerang ini sangat baik untuk kesehatan.

Matahari Terbit dari bibir kawah Gunung Galunggung

Gunung Galunggung, yang bisa menjadi salah satu destinasi wisata anda. Akomodasi cukup memadai,  dan cukup bersahabat dengan kantong (Baca: tidak terlalu mahal). Selamat menikmati Keindahan  karya seni Pencipta.