Coban Kali Lanang Destinasi Wisata Baru yang tak banyak diketahui Orang

Hai traveller, dijamin Tidak banyak yang tahu keberadaan coban ini. Pun masyarakat sekitar. Kalo gak percaya cobain googling deh.. belom banyak yang mereview keberadaan coban ini.  Diresmikan beberapa bulan yang lalu oleh wakil walikota Batu sebagai destinasi wisata baru, hingga kini keberadaannya belom banyak dijamah oleh wisatawan. Boleh jadi karena minimnya publikasi, atau tidak banyak media yang mengulasnya. Bahkan masuknya pun tidak ada loket. Alias masih gratis. Tapi entahlah seiring berjalannya nanti.  Coban kali lanang ini berbeda dengan coban lainnya. Selain memiliki debit volume air yang cukup tinggi.. ia di kelilingi tanah berkontur hingga mendekati  air terjunnya tidak harus dari bawah. Penasaran bagaimana exotika coban kali lanang ini, saya bakal ajak anda jalan jalan kesana.

Coban kali lanang diambil dari asal muasal air terjun yang merupakan aliran sungai kali lanang. Sungai ini adalah sempalan sungai brantas mengalir ke arah timur. Terletak di desa pandan kecamatan Bumiaji kota Batu JawaTimur. Sebenarnya tidak susah menemukan keberadaannya, dan tidak jauh pula dari rumah penduduk. Coban kali lanang terletak diantara pesawahan penduduk. Hanya saja masih jarang orang yang mengetahui keberadaannya.

Sungai Kali Lanang

Jika traveller datang dari luar kota dan tidak membawa kendaraan sendiri kita bisa berhenti di terminal Batu lalu memilih angkot berwarna kuning. Angkot ini akan membawa kita ke arah desa Pandanrejo. Siapkan uang 2000 rupiah untuk membayarnya. Lalu bilang ke sopir berhenti di gang Rujak de garden. Dari sini, kita harus jalan kaki. Lumayan jauh sih.. tapi engga bakal terasa kok, karena yang kita lewati adalah hamparan pesawahan bunga mawar dan landcape Batu yang bisa terlihat. Maklum area ini memang lebih tinggi dari pusat kota.

Hamparan pohon mawar adalah rute yang harus di lewati

Penduduk desa Pandanrejo mayoritasnya adalah seorang petani. Salah satu yang menonjol adalah budaya bunga mawar potong. Jadi jangan heran jika sejauh mata memandang yang terlihat adalah kebun mawar dengan latar belakang gunung panderman. Setelah melintasi kebun mawar, kita akan sampai di sungai kali lanang. Diatasnya ada jembatan kecil terbuat dari kayu yang masih sangat sederhana. Jembatan ini sekaligus tanda bahwa kita sudah mulai dekat dengan tujuan.

Jembatan yang membentang diatas kali lanang

Jalanan waktu itu sedikit licin karena hujan baru saja tiba. Sebenarnya musim hujan seperti ini tidak rekomended buat traveling ke area coban. Hanya karena terdorong penasaran, saya nekat juga bertandang. Debit air mulai terlihat naik waktu itu. Tapi sungai masih tetap bersih. Saya menyusuri jembatan kecil terbuat dari kayu yang membentang diatas sungai itu. Pegangan harus ekstra kuat ya.. licin soalnya. Setelah melewati jembatan kita harus menaiki kontur tanah lebih tinggi, tetapi tidak lama. Setelahnya harus turun lagi ke arah coban kali lanang berada. Namun traveller tidak usah kawatir meski licin tapi ada tangga terbuat dari kayu yang cukup aman menahan tubuh agar tidak berjibaku dengan lumpur saat menuruni areanya.

Jalanan menurun menuju area coban

Sisi sebelah kanan kita akan bertemu batu bersusun yang cukup besar.  Setelahnya kita akan menjumpai balai dari kayu yang bisa buat santai sebentar karena habis jalan jauh hehe.. dan saya menyempatkan berhenti sebentar buat foto 😊

Ga bisa cerita gimana enaknya rebahan disitu

Nah traveller kita dah sampai di coban kali lanang. Dan benar waktu saya datang tidak ada seorangpun yang bertandang kecuali penduduk setempat yang memancing. Itupun jauh dari area coban. Coban kali lanang mempunyai debit volume yang cukup besar. Dari kejauhan suaranya sudah bisa terdengar. Bagai jatuh dalam mangkuk coban ini dikelilingi batu yang seolah olah menjadi wadah penopang jatuhnya air.

Oh ya traveller anda yang tidak mau basah basahan, tidak perlu turun untuk mengambil spot terdekat. Karena ada gardu2 kecil yang telah disiapkan untuk kita mengambil gambar dari jarak dekat. Tanpa kena cipratan air terjunnya.

Salah satu gardu yang di bentangkan untuk menikmati keindahan coban kali lanang

Karena coban ini masih belom banyak diketahui dan dikunjungi wisatawan praktis masih minim pedagang yang berjualan. Jangan membayangkan jika coban ini layaknya coban kebanyakan yang sudah rame pengunjung dan mudah mendapatkan jajanan kuliner. Coban kali lanang ini masih sepi. Jadi mesti bawa perbekalan sendiri jika ingin ngopi 😀

Nah Traveller jika anda adalah pendamba wisata alam yang masih alami, mungkin tempat ini bisa jadi alternatif destinasi wisata anda. Akses mudah di jangkau, jalananan tidak terlalu ekstream dan volume debit air yang lumayan tinggi serta tempatnya yang masih alami, adalah alasan mengapa kita perlu bertandang! Okay.. happy travelling..