Buat Penggemar Fotografi, Minimal 4 Spot Ini Harus Dimasukkan ke Dalam Daftar Kunjungan Jika ke Semarang

Kalian penggemar fotografi? Jika main-main ke Kota Semarang minimal 4 lokasi berikut harus dimasukkan ke dalam daftar kunjungan. Tidak sulit menemukan spot-spot fotografi di Semarang ini, terutama buat penggemar arsitektur gedung-gedung tua. Letaknya dari pusat kota juga tidak jauh dan gampang dicapai menggunakan kendaraan umum. Kalian bisa memotret kapan saja, tetapi buatku waktu terbaik adalah di pagi hari atau di sore hari. Terutama pas golden dan blue hour, karena pada waktu itulah cahaya sedang bagus-bagusnya. Gedung-gedung tua di Semarang ini, jika kalian foto dari sudut berbeda hasilnya pasti juga berbeda. Selain itu, menggunakan lensa lebar dan tripod sangat disarankan, apalagi jika memotret di ketika cahaya kurang.

1. Mesjid Agung Jawa Tengah. Mesjid ini mulai dibangun tahun 2001 dan selesai tahun 2006. Terletak di atas lahan seluas 20 hektar dan dirancang dalam gaya arsitektural campuran Jawa, Islam dan Romawi. Bangunan utama masjid beratap limas khas bangunan Jawa namun dibagian ujungnya dilengkapi dengan kubah besar berdiameter 20 meter ditambah lagi dengan 4 menara masing masing setinggi 62 meter ditiap penjuru atapnya sebagai bentuk bangunan masjid universal Islam lengkap dengan satu menara terpisah dari bangunan masjid setinggi 99 meter.

Mesjid Agung Jawa Tengah

Gaya Romawi terlihat dari bangunan 25 pilar dipelataran masjid. Pilar-pilar bergaya koloseum Athena di Romawi dihiasi kaligrafi kaligrafi yang indah, menyimbolkan 25 Nabi dan Rosul, di gerbang ditulis dua kalimat syahadat, pada bidang datar tertulis huruf Arab Melayu “Sucining Guno Gapuraning Gusti“. Masjid Agung Jawa Tengah ini, selain disiapkan sebagai tempat ibadah, juga dipersiapkan sebagai objek wisata religius. Untuk menunjang tujuan tersebut, Masjid Agung ini dilengkapi dengan wisma penginapan dengan kapasitas 23 kamar berbagai kelas, sehingga para peziarah yang ingin bermalam bisa memanfaatkan fasilitas.

Masjid ini juga tidak jauh dari pusat kota. Hanya saja jika kalian memotret pada saat golden hour dan blue hour pasti terganggu dengan banyaknya orang yang berada di sana. Karena selain untuk sholat, di pelataran mesjid ini banyak sekali orang yang hilir mudik atau duduk-duduk menikmati suasana senja. Mungkin lebih baik memotretnya di waktu subuh. Golden hour dan blue hour itu adanya bukan hanya di sore hari, tetapi juga di pagi hari.

2. Gedung Lawang Sewu. Gedung seribu pintu adalah gedung gedung bersejarah di Indonesia yang berlokasi di Kota Semarang, Jawa Tengah. Gedung ini, dahulu yang merupakan kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907. Terletak di bundaran Tugu Muda yang dahulu disebut Wilhelminaplein. Masyarakat setempat menyebutnya Lawang Sewu karena bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak, meskipun kenyataannya, jumlah pintunya tidak mencapai seribu. Setelah dilakukan penghitungan pada waktu renovasi besar-besaran jumlahnya hanya 928 pintu dan jendela. Bangunan ini memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu (lawang).

Lawang Sewu

Lawang Sewu ini indah sekali difoto di waktu blue hour hingga malam hari. Lampu-lampu di dalam maupun di luar gedung ini cahayanya hangat dan memebri kesan temaram tempo dulu walau sebenarnya lampu-lampu itu terang. Kalian bisa memotret dari jalanan di luar maupun di dalam gedung. Untuk masuk ke dalam harga tiketnya Rp.10.000,- dan berada di pusat kota.

3. Gereja Blenduk. Kadang-kadang dieja Gereja Blendug dan seringkali dilafazkan sebagai mBlendhu), adalah Gereja Kristen tertua di Jawa Tengah yang dibangun oleh masyarakat Belanda yang tinggal di kota itu pada 1753, dengan bentuk heksagonal (persegi delapan). Gereja ini sesungguhnya bernama Gereja GPIB Immanuel, di Jl. Letjend. Suprapto 32. Kubahnya besar, dilapisi perunggu, dan di dalamnya terdapat sebuah orgel Barok. Arsitektur di dalamnya dibuat berdasarkan salib Yunani. Gereja ini direnovasi pada 1894 oleh W. Westmaas dan H.P.A. de Wilde, yang menambahkan kedua menara di depan gedung gereja ini. Nama Blenduk adalah julukan dari masyarakat setempat yang berarti kubah.

Gereja Blenduk

Sayang sekali di malam hari hanya lampu-lampu di luar yang hidup, jadi memotret waktu golden hour lebih baik.

4. Vihara Buddhagaya Watugong. Dikenal juga dengan nama Vihara Buddhagaya merupakan salah satu tempat ibadah agama Buddha yang terletak di Pudakpayung, Banyumanik, Semarang Jawa Tengah. Lokasi tepatnya berada di depan Markas Kodam IV/Diponegoro. Komplek Vihara Buddhagaya Watugong tersebut terdiri dari dua bangunan induk utama yaitu dan Dhammasala serta beberapa bangunan lain. Pagoda Avalokitesvara adalah bangunan yang mempunyai nilai artistik tinggi, dengan tinggi mencapai 45 meter dan ditetapkan sebagai pagoda tertinggi di Indonesia. Dari pusat kota dibutuhkan waktu kira-kira 1 jam menuju ke sini. Di sini kalian tidak perlu membayar tiket masuk.

Pagoda Avalokitesvara

Pagoda Avalokitesvara inilah yang paling bagus difoto pada saat blue hour. Mulai jam 6:30 sore hari lampu-lampu di sekeliling pagoda ini dihidupkan sehingga foto yang dihasilkan dengan indah sekali. Mungkin saja sebelum subuh pagoda ini juga bagus untuk difoto, silakan coba. Semua foto di atas kuambil menggunakan lensa fisheye, kebetulan aku adalah penggemar berat foto yang diambil dengan lensa fisheye yang menurutku memberikan perspektif berbeda dan sangat keren. Foto-foto lain bisa kalian Lihat di akun IGku.