Asyiknya Bermalam di Antara Keindahan Tanaman Bunga di Kebun Mawar Garut

Pada tanggal 20 Desember 2017 yang lalu saya bersama suami pergi ke Bandung untuk menjemput putri kami yang sudah libur kuliahnya. Sesudah itu kami langsung mengajaknya berwisata ke Garut untuk refreshing bersama adik ipar dan kedua anaknya setelah kepenatan belajar dan bekerjanya. Tujuan utama kami adalah ke Kebun Mawar, sebuah penginapan di tengah kebun mawar yang terletak di daerah Situhapa, Garut.

Sebelumnya saya mendapatkan informasi tempat tersebut dari instagram. Dari foto-foto kamar dan suasana kebun mawarnya yang menarik itulah yang membuat saya akhirnya mengusulkan tempat ini menjadi tujuan utama wisata kami kali ini.

Waktu itu saya langsung menghubungi nomor kontak yang tercantum di instagram dan website-nya. Ada 3 pilihan tipe kamar yang ditawarkannya.  Yaitu:

  1. Magnolia: tipe kamar yang paling besar (2 lantai ruangan dengan 3 kamar). Berada pada titik utama kebun dengan pemandangan aneka bunga yang berada di sekitarnya
  2. Damascena: tipe kamar untuk 2 orang. Letaknya agak berada di atas dengan hamparan bunga mawar Damascena dan aneka bunga lain serta pemandangan gunung yang berada di depannya.
  3. Geranium: kamar yang letaknya berada di dekat restauran dan kolam teratai. Namun tetap dapat melihat aneka bunga di depannya.

Saya memesan 2 kamar tipe Damascena untuk saya sekeluarga dan adik ipar bersama kedua anaknya. Menurut customer service-nya, kalau yang ada tambahan 1 orang di dalam 1 kamar dan sudah berusia di atas 12 tahun, maka harus menambah ekstra bed.

Perjalanan dari Bandung menuju ke Garut saat itu termasuk lancar. Kami melewati rute yang disarankan dari google dengan lalu lintas yang tak terlalu padat supaya tidak terhadang kemacetan parah di  Kadungora-Leles.  Dimulai dari pintu tol Cileunyi, lalu ke Majalaya, Paseh hingga Kamojang.

Ketika perut mulai terasa keroncongan,  kami mampir makan siang sejenak di sebuah warung ayam goreng di pinggir jalan. Hujan deras tiba-tiba turun ketika kami akan kembali ke mobil. Kami melanjutkan perjalanan menuju ke Garut dengan melewati jalan yang semakin menanjak.  Kabut tebal juga mulai menutup jalan hingga jarak pandang hanya kira-kira 1 – 2 meter. Setelah menempuh perjalanan yang cukup menegangkan, akhirnya sampai jugalah kami di Kebun Mawar. Perjalanan ini telah memakan waktu sekitar 2 jam.

Lokasi Kebun Mawar ini tepatnya berada di jalan Raya Kamojang Km. 5, Samarang, Garut. Letaknya berada pada ketinggian 1150 MDPL dan dikelilingi gunung Guntur, Cikuray, Papandayan dan Talaga Bodas. Tiket masuk bagi pengunjung yang tidak menginap Rp20 ribu.

Suami saya langsung ke ruang front office hotel untuk menyelesaikan pembayarannya. Sementara sebagian dari kami menurunkan tas dan barang-barang.

Ruang front office-nya terdapat di dalam  sebuah rumah mungil. Di sana juga dijual berbagai pernak pernik dengan tema bunga mawar.  Ada t shirt, mug, tas, teh celup hingga sabun yang terbuat dari bunga mawar.

Di dinding ruangan dipajang beberapa foto para pengunjung.  Ada foto artis Widyawati dan foto owner Kebun Mawar (namanya bu Dewi). Lalu beberapa saat kemudian seorang bellboy datang untuk mengantar dan membawakan tas kami menuju ke kamar.

Barang-barang bawaan kami dibawa dengan menggunakan semacam gerobak. Kami melewati taman bunga dan kolam yang indah ketika berjalan menuju ke kamar. Setelah sampai di kamar Damascena 3 dan 4, bellboy tersebut membantu kami memasukkan tas dan barang ke kamar kami masing-masing.

Alhamdulillah, suasana kamar dan view-nya benar-benar sesuai dengan harapan kami.

Kamar berlantai dan berdinding kayu yang hangat serta pemandangan kebun mawar dan aneka bunga lainnya yang terhampar indah di depan kamar membuat imajinasi kami berputar. Rasanya kami sedang berada di suatu negeri dongeng dengan peri-peri bunganya yang cantik. Apalagi ada seekor kupu-kupu yang menempel di jendela kaca seakan menyambut kedatangan kami.

Setelah beristirahat sejenak, kami berjalan kaki ke sekeliling taman bunga yang indah itu.  Berbagai jenis bunga mawar tumbuh dengan subur dan menawan hati. Ada maze (labirin) untuk anak bermain, ada restoran di dekat kolam dan ada rumah pohon. Di sebelah rumah pohon ada kandang burung merpati. Ada juga green house, yaitu semacam tempat tanaman-tanaman yang membutuhkan perawatan khusus.

Beberapa tanaman unik selain tanaman bunga juga tampak tumbuh dengan subur di sana. Ada juga tanaman kaktus yang berukuran besar. Di sudut taman ada tanaman bugenvil dengan bunganya yang berwarna merah muda tampak subur dan sebagian kelopaknya berjatuhan. Sekilas terlihat seperti bunga sakura. Bugenvil rasa bunga sakura…

Suasana taman bunga yang luasnya sekitar 5 hektar  ini mengingatkan kami akan taman bunga tulip Keukenhof di negara Belanda yang pernah kami kunjungi beberapa tahun yang lalu. Kalau di sana yang banyak ditanam adalah bunga tulip.  Sedangkan di sini bunga mawar.

Ketika mentari sudah hampir terbenam,  kami bergegas kembali ke kamar.  Di teras depan kamar sudah tersedia beberapa cangkir teh mawar yang hangat dan sepiring pisang goreng bertabur keju.

Wah,  pas banget buat camilan sore hari ini sambil duduk di teras menikmati keindahan taman bunga. Rupanya ini adalah afternoon tea,  hidangan sore khusus yang merupakan salah satu fasilitas untuk tamu yang menginap.

Sesudah membersihkan diri, kami makan malam dengan memesan makanan yang tertera pada menu yang disediakan di dalam kamar dengan menelepon ke restoran. Ada menu masakan Tradisional, Nasional dan Western. Tak lama kemudian makanan yang kami pesan sudah diantar. Menurut kami rasanya cukup enak.

Saat hari makin gelap dan udara makin terasa dingin (sekitar 16 derajat Celcius), kami segera berbaring di atas dipan dan merapatkan selimut ke tubuh kami. Di antara hamparan tanaman bunga dan merdunya suara jangkrik, kami terlelap tidur dalam mimpi yang indah. Melepas setumpuk keletihan yang telah lama tersimpan.